Ekonomi

Jumlah Kunjungan Pariwisata Dunia Jeblok 70 Persen, Kerugian Setara US$730 Miliar

UNWTO mencatat jumlah kedatangan internasional turun hingga 70 persen selama 8 bulan pertama 2020 dibandingkan dengan 2019 dikarenakan pandemi COVID-19.


Jumlah Kunjungan Pariwisata Dunia Jeblok 70 Persen, Kerugian Setara US$730 Miliar
Sejumlah wisatawan asing tiba di pelabuhan Bangsal usai berkunjung ke destinasi wisata Gili Trawangan di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (17/3/2020). Guna mengantisipasi masuknya virus corona ke wilayah NTB, Pemerintah Provinsi NTB menutup akses pintu masuk menuju destinasi wisata tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno) yang ada di Kabupaten Lombok Utara dari seluruh kunjungan wisatawan khususnya warga negara asing selama dua pekan atau 14 hari mulai 17 Maret 2020. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

AKURAT.CO Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mencatat jumlah kedatangan internasional turun hingga 70 persen selama 8 bulan pertama tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dikarenakan pandemi COVID-19.

Penurunan kedatangan, tersebut telah merugikan industri pariwisata senilai US$730 miliar.

"Ini lebih dari delapan kali lebih banyak daripada selama krisis keuangan global sebelumnya," kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili dilansir dari laman Russia Today, Jakarta, Minggu (1/11/2020).

"Penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang dramatis, dan membahayakan jutaan pekerjaan dan bisnis," tambahnya.

Meski semua wilayah dunia mengalami penurunan dalam jumlah wisatawan, namun Eropa terlihat perlahan mulai bangkit. Menurut UNWTO, Eropa mengalami penurunan 72 persen dan 69 persen masing-masing pada bulan Juli dan Agustus, dibandingkan dengan penurunan 81 persen dan 79 persen yang tercatat pada bulan yang sama dalam total kedatangan internasional.

Namun, pemulihan di Eropa ternyata berumur pendek, karena kebangkitan virus menyebabkan pemerintah memperketat pembatasan lagi.

Badan tersebut memperkirakan bahwa permintaan untuk perjalanan sebagian besar akan tetap lemah karena ketidakpastian virus corona.

Untuk itu UNWTO memprediksikan penurunan arus turis mencapai sekitar 70 persen sepanjang tahun.

"Kami mungkin melihat peningkatan dalam pariwisata internasional pada awal kuartal ketiga 2021 sementara beberapa perkiraan suram mengatakan pemulihan tidak akan terjadi hingga 202," kata Zurab. []