News

Jumlah Korban Penembakan di Sekolah Rusia Naik jadi 15 Orang, Pelaku adalah Mantan Siswa!

Jumlah Korban Penembakan di Sekolah Rusia Naik jadi 15 Orang, Pelaku adalah Mantan Siswa!
Seorang wanita memeluk seorang anak laki-laki yang dikelilingi oleh orang lain di dekat lokasi penembakan di sebuah sekolah di Izhevsk, Rusia, Senin (26/9) (Maria Baklanova/Kommersant via AFP)

AKURAT.CO  Jumlah korban teror penembakan di kota Izhevsk, Rusia makin meningkat. Dalam perkembangan terbaru, 15 orang telah dilaporkan tewas, dan 24 lainnya luka-luka. 

Diwartakan Reuters, dari para korban yang meninggal, 11 di antaranya adalah anak-anak.

Kremlin sebelumnya menyebut insiden itu sebagai serangan teroris. 

baca juga:

Para penyelidik mengungkap bahwa pelaku yang memakai simbol swastika di kausnya, telah tewas. Dikatakan bahwa pria bersenjata itu melakukan bunuh diri usai melancarkan terornya di sebuah sekolah di Izhevsk pada Senin (26/9).

Penyerang, seorang pria berusia 34 tahun, telah diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Artem Kazantsev, Al Jazeera melaporkan. Kazantsev telah menghabisi nyawa dua penjaga keamanan sebelum kemudian menembaki para siswa dan guru di Sekolah Nomor 88, tempat dia pernah menjadi murid. Sekolah yang menjadi target mengajar kelas satu sampai kelas 11.

Komite Investigasi Rusia, yang menangani kejahatan besar, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki dugaan hubungan pelaku dengan ideologi neo-Nazi.

"Saat ini penyelidik sedang melakukan penggeledahan di kediamannya dan mempelajari kepribadian penyerang, pandangannya dan lingkungan sekitarnya," kata komite itu dalam sebuah pernyataan.

"Pemeriksaan sedang dilakukan untuk menyelidiki ketaatannya pada pandangan neo-fasis dan ideologi Nazi."

Penyelidik telah merilis sebuah video terkait dengan penyerangan tersebut. Rekaman memperlihatkan tubuh pelaku yang terbaring di ruang kelas dengan perabotan dan kertas-kertas berserakan di lantai yang berlumuran darah. Pria itu berpakaian serba hitam, dengan swastika merah melingkar di kausnya.

Komite Investigasi mengatakan bahwa dari 24 korban yang terluka, semuanya adalah anak-anak, kecuali dua orang. 

Gubernur setempat, Alexander Brechalov menambahkan bahwa ahli bedah telah melakukan sejumlah operasi. Brechalov menjelaskan bahwa penyerang telah terdaftar di fasilitas perawatan 'psiko-neurologis'. 

Penyelidik mengatakan bahwa pada saat kejadian, pria itu dipersenjatai dengan dua pistol dan sejumlah besar amunisi.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan 'sangat berduka' atas kematian tersebut, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Putin telah menggambarkan insiden itu sebagai tindakan teroris oleh seseorang yang tampaknya milik organisasi atau kelompok neo-fasis.

"Presiden berharap mereka yang terluka akibat serangan teroris yang tidak manusiawi ini, bisa segera pulih," kata Peskov mengutip ucapan pemimpin Kremlin.

Peskov menambahan bahwa atas perintah Putin, dokter, psikolog, dan ahli bedah saraf telah dikirim atas ke lokasi penembakan di Izhevsk. Izhevsk adalah ibu kota Udmurtia, berada sekitar 970 km (600 mil) timur Moskow.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah menyaksikan sejumlah insiden penembakan yang menyasar sekolah-sekolah.

Pada Mei 2021, seorang pria bersenjata yang masih berusia remaja membunuh tujuh anak dan dua orang dewasa di kota Kazan. Pada September tahun lalu, seorang mahasiswa dengan senjata berburunya, menembak mati sedikitnya enam orang di sebuah universitas di kota Ural, Perm.

Pada April 2022, seorang pria bersenjata membunuh dua anak dan seorang guru di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Ulyanovsk tengah. Pelaku juga pada akhirnya melakukan bunuh diri. 

Lalu, pada tahun 2018, teror penembakan massal terjadi di sebuah perguruan tinggi di Krimea yang diduduki Rusia, yang direbut Moskow dari Ukraina pada tahun 2014. Kasus itu melibatkan seorang pelajar berusia 18 tahun.

Selama melancarkan terornya, ia berhasil menembak mati 20 orang, dengan sebagian besar korban adalah sesama siswa. []