News

Jumlah Korban Banjir Seoul Meningkat, 16 Orang Hilang

Sebanyak 16 orang telah dipastikan tewas atau hilang, dalam perkembangan terbaru tentang bencana banjir di Seoul. 

Jumlah Korban Banjir Seoul Meningkat, 16 Orang Hilang
Foto menunjukkan tanah longsor melanda sebuah desa di Gwangju, timur Seoul, pada Selasa (9/8), saat hujan deras mengguyur Seoul dan daerah sekitarnya pada malam sebelumnya (Yonhap)

AKURAT.CO  Sebanyak 16 orang telah dipastikan tewas atau hilang, dalam perkembangan terbaru tentang bencana banjir di Seoul. 

Laporan itu disampaikan pada Rabu (10/8), dengan pejabat menambahkan ada lebih dari 2.500 rumah dan bangunan yang telah terendam banjir.

Rekor curah hujan dalam 80 tahun, pada minggu ini, melanda Seoul dan tempat lain di wilayah tengah dan timur.

baca juga:

Pada Senin hingga Rabu pagi, sebanyak 525 milimeter hujan mengguyur ibu kota tersebut. Selama periode itu juga, Yangpyeong, 45 kilometer dari timur Seoul, mencatat akumulasi hujan hingga 526,2, kata Administrasi Meteorologi Korea (KMA).

Dalam rinciannya, petugas mengatakan sembilan orang telah tewas, dengan lima di antaranya berasal dari Seoul. Kemudian tiga lainnya terbunuh di Provinsi Gyeonggi dan satu di Provinsi Gangwon.

Sebanyak tujuh orang dipastikan masih hilang. Empat di antara yang hilang itu ada di Seoul dan tiga lainnya di Provinsi Gyeonggi. Sementara itu, korban luka berjumlah 17 orang, menurut data pemerintah, dikutip dari Yonhap.

Laporan lain menunjukkan sebanyak 2.676 rumah dan bangunan terendam air, dengan sebagian besar berada di Seoul.

Dikatakan pula bahwa sekitar 570 orang dari 398 rumah tangga, telah mengungsi. Sebagian dari mereka berasal dari wilayah Seoul yang lebih luas, dengan orang-orang berlindung di sekolah-sekolah hingga pusat kebugaran setempat. 

Para pejabat juga mengatakan bahwa 1.253 orang dari 724 rumah tangga di seluruh negeri telah dievakuasi sementara.

Hujan yang turun selama tiga hari juga telah membuat banyak fasilitas umum tidak berfungsi. Enam kasus rel kereta api, misalnya, mengalami kebanjiran di wilayah Seoul yang lebih luas. Insiden ini telah menyebabkan penghentian sementara layanan operasi di beberapa jalur kereta api dan subway.

Sementara itu, pada Rabu pagi, sebagian besar layanan publik yang terganggu berhasil beroperasi kembali. Ini termasuk layanan Jalur Kereta Bawah Tanah Seoul.

Pembatasan seluruh bagian Seoul dari Jalan Tol Dongbu yang melintasi wilayah timur ibu kota juga telah dicabut mulai pukul 7 pagi.

Namun, pihak berwenang masih menutup bagian dari beberapa jalan raya di Seoul. Ini termasuk jalan bebas hambatan Olimpiade dan Gangbyeon Utara yang langsung melintasi kota.

Pada Rabu pagi, KMA juga mengumumkan pencabutan peringatan hujan di wilayah Seoul yang lebih luas dan Incheon, barat Seoul. Kendati begitu, KMA tetap mempertahankan peringatan hujan lebat untuk Provinsi Chungcheong di wilayah tengah, di mana curah hujan dapat mencapai antara 50-80 mm per jam.[]