News

Patroli Pengawasan Perairan Dikurangi Picu Maraknya Maling Ikan di Perairan Indonesia

Patroli Pengawasan Perairan Dikurangi Picu Maraknya Maling Ikan di Perairan Indonesia
Ketua Harian DPP KNTI Dani Setiawan (Dokumen Akurat.co)

AKURAT.CO, Masih tingginya aktivitas ilegal fishing di perairan Indonesia, baik dilakukan oleh kapal asing maupun kapal ikan nelayan Indonesia mengindikasikan menurunnya kualitas pengawasan perairan Indonesia. Menurut catatan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), adanya aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia itu salah satunya dipicu oleh berkurangnya jumlah hari patroli petugas pengawas perairan. 

Ketua Harian DPP KNTI, Dani Setiawan menjelaskan, saat ini, jumlah hari patroli pengawasan terhadap wilayah perairan Indonesia dari tahun ke tahun menurun. Hal itu tentunya meningkatkan ancaman terjadinya penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), yang diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian hingga Rp30 triliun per tahun.

"KNTI mencatat bahwa hingga tahun 2019 lalu jumlah hari operasional pengawasan perairan Indonesia hanya tinggal 84 hari dalam setahun. Artinya jika dirata-rata, aktivitas pengawasan hanya dilakukan dalam tujuh hari saja dalam sebulan," katanya kepada Akurat.co, Rabu (6/4/2022). 

baca juga:

Melorotnya jumlah hari patroli pengawasan itu, kata dia, turut menyebabkan maraknya aksi pencurian ikan di perairan Indonesia. Padahal bila dibandingkan pada tahun 2015 lalu, jumlah hari operasional pengawasan perairan nasional masih mencapai 270 hari dalam setahun, atau sekitar 22 hingga 23 hari dalam sebulan.

"Faktor terbesarnya karena anggaran yang disediakan oleh APBN cenderung mengalami penurunan. Data kami sejak 2014 sampai 2021 untuk anggaran pengawasan perikanan di Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) terus berkurang," katanya.

Dia menyayangkan jika penurunan anggaran dari APBN terus terjadi. Sebab, penurunan anggaran akan berdampak langsung terhadap fungsi pengawasan terhadap pencurian kekayaan laut yang dimiliki oleh Indonesia.

"Aktivitas pencurian ikan diperkirakan akan terus meningkat jika tidak dimulai dengan adanya pengetatan pengawasan untuk perairan di Indonesia. Sebab kebutuhan konsumsi ikan di pasar Internasional terus meningkat," katanya.[]