News

Jumhur Hidayat Ditangguhkan, Jansen Percaya Memang Keadilan itu Hidup

Menurutnya, dibelahan bumi manapun sebutan “judge” dan “justice” itu selalu identik.


Jumhur Hidayat Ditangguhkan, Jansen Percaya Memang Keadilan itu Hidup
Jansen Sitindaon (Twitter @jansen_jsp)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengomentari Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat yang mendapat penangguhan penahanan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Maajelis Hakim PN Jaksel dan Mahkamah Agung atas penangguhan penahanan tersebut.

"Semoga kedepan tahanan politik lain bisa dapat hal serupa, apalagi setelah sidang berjalan Majelis menilai sebenarnya itu tidak layak dipidanakan. Panjang umur keadilan," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @jansen_jsp pada Kamis (6/5/2021).

Ia mengatakan, sebagai seorang sarjana hukum, Jansen selalu percaya keadilan itu hidup dan ada di pengadilan.

"Seburuk apapun tuduhan orang pada pengadilan kita. Saya selalu mengatakan: setidak-tidak percaya kita pada institusi pengadilan hanya ditempat ini jugalah jalan terakhir kita mencari keadilan”," katanya.

Menurutnya, di belahan bumi manapun sebutan “judge” dan “justice” itu selalu identik. Karena nilai terideal dari putusan hakim adalah sisi keadilannya, termasuk bagi yang divonis bersalah sekalipun. 

"Untuk itulah ada azas: jika ada keraguan hakim akan memberi sanksi yang paling meringankan (in dubio pro reo)," ujarnya.

Jansen juga mengatakan bahwa konstitusi di Indonesia yang mengatur kekuasaan, kehakiman adalah Kekuasaan Negara yang merdeka. Bebas dari pengaruh manapun termasuk cabang kekuasan lain. 

"Memutus semata-mata berdasar hukum dan untuk keadilan. Jika ada yang bengkok di tangan Hakimlah akan diluruskan. Mari kita tunggu lanjutan sidangnya," paparnya.

Sebagaimana diberitakan, Jumhur Hidayat merupakan tersangka kasus UU ITE karena kritiknya terhadap omnibus law dan UU Cipta Kerja. 

"Namun LBH Jakarta yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi bersama dengan 20 Tokoh Nasional yang menjadi penjamin Jumhur mampu meyakinkan Majelis Hakim," isi keterangan dari @LBH_Jakarta.

Tokoh yang dimaksudkan adalah Prof. Jimly Asshiddiqie, Dr. Hamdan Zoelva, Dr. Rizal Ramli, Dr. Refly Harun, Dr. Ferry Joko Yuliantono, Akhmad Syarbini, Andi Arief, Dr. Ahmad Yani, Adhie M Marsadi, Ariady Achmad, Abdul Rasyid, Paskah Irianto, Bambang Isti Nugroho, Harlans Muharraman Fachra, Rizal Darma Putra, Asrianty Purwantini, Rachlan S Nasihidik, Radhar Tri Darsono, Wahyono dan Andrianto.

"Dari sekian banyak kabar buruk tentang situasi demokrasi saat ini, terselip secercah harap yang mengingatkan kita bahwa, belum saatnya kita berhenti berjuang. Siang ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Jumhur Hidayat," tulis LBH.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co