News

Juliari Dituntut 11 Tahun Penjara, Mantan Jubir KPK: Tak Bisa Obati Penderitaan Masyarakat

Mantan jubir KPK Febri Diansyah menyampaikan, tuntutan 11 tahun penjara Juliari dinilai tidak mengobati penderitaan masyarakat yang menjadi korban pandemi.


Juliari Dituntut 11 Tahun Penjara, Mantan Jubir KPK: Tak Bisa Obati Penderitaan Masyarakat
Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Tuntutan Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mendapat sorotan. Sebab, tuntutan 11 tahun penjara masih terbilang ringan.

Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, tuntutan 11 tahun penjara kepada Juliari dinilai tidak mengobati penderitaan masyarakat yang menjadi korban pandemi Covid-19. Harusnya, Juliari dituntut maksimal dengan hukuman penjara 20 tahun atau penjara seumur hidup.

"Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, tuntutan untuk terdakwa korupsi bansos Covid-19 hanya 11 tahun saya rasa tidak bisa mengobati penderitaan masyarakat, yang menjadi korban korupsi bansos. Apalagi ancaman hukuman maksimal adalah 20 tahun atau seumur hidup, jauh sekali dari ancaman maksimal,” kata Febri dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Febri menilai KPK masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk mengusut pihak lain yang terlibat dan mendapatkan keuntungan di atas penderitaan masyarakat sebagai korban korupsi bansos. Terlebih perkara ini memunculkan polemik yang diduga terdapat politikus lain terlibat dalam kasus dugaan suap bansos Covid-19.

“Kita ingat penanganan kasus ini memunculkan sejumlah kontroversi, mulai dari nama-nama politikus yang muncul, tapi tidak jelas proses lanjutannya. Bahkan sampai pada para penyidik bansos yang disingkirkan menggunakan alat TWK yang bermasalah secara hukum,” tegas Febri.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga mengkritisi tuntutan jaksa KPK pada Juliari yang dinilai ringan.

“Ringannya tuntutan tersebut semakin menggambarkan keengganan KPK menindak tegas pelaku korupsi bansos,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Ringannya tuntutan KPK terhadap Juliari, ICW menilai hal tersebut ganjil dan mencurigakan. Sebab, pasal yang menjadi alas tuntutan, yaitu Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebenarnya mengakomodir penjatuhan hukuman hingga penjara seumur hidup dan denda Rp1 miliar.

Tuntutan pembayaran pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp14,5 miliar terhadap Juliari juga jauh dari kata memuaskan. Sebab, besaran tersebut kurang dari 50 persen dari total nilai suap yang diterima Juliari Batubara.