News

Jukir Kasus Viral Parkir Bus Rp350 Ribu di Yogyakarta Didenda Rp2 Juta

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 58 ayat ke 5 dan 6 Perda Kota Yogyakarta No. 2 tahun 2019 Tentang Perparkiran.


Jukir Kasus Viral Parkir Bus Rp350 Ribu di Yogyakarta Didenda Rp2 Juta
Tarif mahal parkir bus Rp350 ribu. (Facebook/Kasri Stone Dakon)

AKURAT.CO Ahmad Fauzi, juru parkir dalam kasus viral tarif parkir bus seharga Rp350 ribu di Jalan Margo Utomo, Jetis, Kota Yogyakarta dijatuhi hukuman denda Rp2 juta.

Terdakwa yang merupakan warga Gowongan itu dinyatakan bersalah pada sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), dalam perkara tindak pidana menyelenggarakan fasilitas parkir tanpa izin dan memungut biaya parkir melebihi ketentuan, Senin (24/1/2022).

Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menyebut Ahmad dalam sidang kemarin dinyatakan terbukti melanggar Pasal 58 ayat ke 5 dan 6 Perda Kota Yogyakarta No. 2 tahun 2019 Tentang Perparkiran.

baca juga:

"Terdakwa didenda sebesar Rp2 juta dan apabila denda tidak dibayar diganti hukuman kurungan selama 14 hari," kata Timbul dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Adapun barang bukti berupa uang tunai Rp150 ribu, lanjut Timbul, disita atau untuk negara.

"Atas putusan tersebut terdakwa menerima dan membayar tunai denda sebesar Rp2 juta," tutup Timbul.

Adapun Ahmad sebelumnya disebut oleh kepolisian telah melakukan mark up bersama kru bus dengan menaikkan tarif parkir normal seharga Rp150 ribu menjadi Rp350 ribu. Sebagaimana tertera pada kuitansi pembayaran menjadi viral usai diunggah ke media sosial oleh salah seorang warganet.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan bahwa denda Rp2 juta yang dijatuhkan kepada terdakwa Ahmad ini tergolong tinggi. Sehingga diharapkan bisa menjadi efek jera bagi pelaku. 

"Saya dengar putusannya tertinggi selama ini dari sidang-sidang berkaitan hal ini. Dan itu diharapkan menang menjadi efek jera pada mayarakat yang menarik pungutan tidak wajar dan tidak berizin," kata Heroe di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (25/1/2022).

Pemkot Yogyakarta sendiri diklaim telah melakukan berbagai upaya penertiban. Salah satunya adalah mendisiplinkan angkutan wisata untuk mengikuti one gate system atau sistem satu pintu di Terminal Giwangan. 

"Sebenarnya kalau teman-teman angkutan wisata mematuhi aturan perjalanan dan masuk Kota Yogyakarta sebenarnya mereka akan dapatkan tempat parkir yang pasti dan itu dipastikan ada di tempat parkir resmi," katanya.

Operasi parkir tak berizin, kata Heroe juga akan diintensifkan, terutama pada hari dan jam sibuk. Kemudian mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan lahan pribadinya untuk tempat parkir agar terlebih dahulu mengurus perizinannya.

Menurut Heroe, masih banyak ditemukan kasus pemilik lahan dengan berbagai dalih menggunakan lahannya dan digunakan untuk menarik uang dari masyarakat. 

"Itu kan melanggar banyak undang-undang dan peraturan, pasti akan kita tertibkan semuanya," pungkasnya. []