News

Jubir Satgas Covid-19 Sebut Orang Indonesia Sulit Jaga Jarak Karena Hal Ini

Jubir Satgas Covid-19: Masyarakat Indonesia lebih sulit menjaga jarak daripada menggunakan masker. 


Jubir Satgas Covid-19 Sebut Orang Indonesia Sulit Jaga Jarak Karena Hal Ini
Polisi memasang stiker imbauan memakai masker pada kendaraan angkutan umum di kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2020). Fotografer ANTARA FOTO/Anis Efizudin (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

AKURAT.CO, Ketua tim ahli yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap hambatan dalam upaya mengendalikan virus di masyarakat. 

Menurutnya, kultur masyarakat Indonesia yang hangat dan ramah justru mempersulit upaya pencegahan penularan Covid-19. Bahkan, dia menyebutkan, masyarakat Indonesia lebih sulit menjaga jarak daripada menggunakan masker. 

Wiku mengungkapkan, banyak daerah di Indonesia yang kepatuhan menggunakan maskernya masih kurang dari 60 persen. Kepatuhan menjaga jarak jauh lebih sulit daripada menggunakan masker. 

"Di sini kalau kami lihat dari sisi menjaga jarak juga demikian. Ternyata ini (menjaga jarak) lebih sulit dari menggunakan masker. Karena nature dari orang Indonesia ini budayanya selalu hangat sama keluarganya, lingkungannya. Sehingga untuk menjaga jarak menjadi suatu hal yang sulit," ujarnya dalam webinar di YouTube BNPB, Jakarta, Minggu (25/7/2021). 

Dia menekankan pentingnya aturan menjaga jarak. Sebab, kata Wiku, itu merupakan cara untuk menyelamatkan diri dari penularan Covid-19 dan semua variannya. 

"Namun kita harus melakukan itu di sementara waktu ini untuk menghindari dari penyakit ini. Maka kita harus saling mengingatkan untuk selalu menjaga jarak," ujarnya. 

Wiku menjelaskan, situasi saat ini berbeda dengan tahun lalu. Kini, Indonesia tengah menghadapi varian delta Covid-19 sebagaimana yang dialami negara-negara lain di dunia. Varian delta terbukti lebih cepat menular dan lebih mematikan.

Dia juga mengungkapkan, musuh bangsa Indonesia saat ini adalah virus. Bukan kelompok lain di dalam masyarakat. Sehingga dengan mengenali secara baik musuh yang dihadapi, maka penularan virus itu seharusnya bisa dicegah.

"Varian delta ini beda dengan tahun lalu. Cepat sekali menular. Karena apa? Menggunakan masker, 3M aja tidak cukup jadi kita harus menjalankan 3M dengan benar, disiplin, dan konsisten," ujarnya. []