Olahraga

Juara di Birmingham, Pearly/Thinaah Simbol Multirasialisme Malaysia

Juara di Birmingham, Pearly/Thinaah Simbol Multirasialisme Malaysia
Pasangan ganda putri bulutangkis andalan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. (BADMINTON PHOTO)

AKURAT.CO, Akan halnya Indonesia, bulutangkis di Malaysia akan selalu mendapat perhatian besar dari publik dan media. Pekan ini, Malaysia merayakan keberhasilan skuat bulutangkis mereka melampaui target di Commonwealth Games Birmingham 2022 dengan raihan dua emas, satu perak, dan dua perunggu.

Yang paling memberikan nuansa Malaysia tentu saja duet ganda putri yang sukses meraih emas di Birmingham, Pearly Tan/Muralitharan Thinaah. Karena diraih di bulan Agustus yang merupakan bulan kemerdekaan Malaysia, keberhasilan Pearly/Thinaah juga menunjukkan fakta multirasial di negeri tersebut.

Di negeri dengan mayoritas melayu, Pearly/Thinaah adalah anak keturunan China dan India. Thinaah bahkan mengaku bisa berbahasa Mandarin karena Pearly lebih kerap menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan mereka.

baca juga:

“Kami sudah lama kenal satu sama lain, hampir delapan tahun. Kami teman dekat di di luar lapangan dan berbagi semuanya. Kami benar-benar nyaman satu sama lain,” kata Thinaah sebagaimana dipetik dari The Star.

“Pearly lebih suka berkomunikasi dengan bahasa Mandarin, jadi fakta bahwa saya bisa menggunakan bahasa itu juga membuat (komunikasi) kami lebih mudah.”

Pertamakali dipasangkan pada 2019, Pearly/Thinaah perlahan mulai menjadi wajah terdepan Malaysia di sektor ganda putri. Gelar pertama di BWF World Tour terjadi di Swiss Terbuka 2021 di mana Pearly/Thinaah mengalahkan duet Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva asal Bulgaria di partai final.

Selain itu, Pearly/Thinaah menembus ranking sepuluh besar dunia pada 17 Mei lalu meski saat ini turun satu peringkat ke ranking sebelas. Dengan Pearly berusia 22 tahun dan Thinaah berusia 24 tahun, pasangan ini boleh jadi dikatakan sebagai andalan Malaysia dari seluruh nomor.

Commonwealth Games sudah membuktikan hal tersebut karena Pearly/Thinaah merupakan satu-satunya wakil Malaysia yang meraih emas di nomor perorangan. Satu emas lain diperoleh di sektor ganda campuran di mana Pearly/Thinaah adalah penentu di partai keempat.

“Pasangan ganda putri melakukan pekerjaan yang baik di Birmingham. Meski begitu, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di ganda putra dan ganda campuran,” kata Direktur Kepelatihan Sektor Ganda Putra Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) yang juga legenda bulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky.[]