News

Juara 12 Kali Berturut-turut, Ini 5 Fakta Kehebatan TNI di Kompetisi Menembak AASAM


Juara 12 Kali Berturut-turut, Ini 5 Fakta Kehebatan TNI di Kompetisi Menembak AASAM
TNI juara kompetisi menembak AASAM 12 kali berturut-turut (Pen Kostrad)

AKURAT.CO, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali meraih gelar juara dalam kompetisi menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) yang digelar pada 26 Maret-2 April 2019.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Candra Wijaya mengatakan kemenangan ini adalah prestasi bagi bangsa Indonesia.

Berikut ini AKURAT.CO menghimpun fakta-fakta kemenangan TNI di kompetisi AASAM dari berbagai sumber:

1. Bukan pertama kali

Tercatat TNI telah memenangkan kompetisi AASAM sebanyak 12 kali berturut-turut. Dalam kompetisi tahun ini TNI mencatatkan 21 emas, 14 perak, dan 10 perunggu, menyingkirkan 20 negara peserta lainnya termasuk negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan tuan rumah Australia.

2. Medali kurang, penurunan prestasi?

Meski tercatat sebagai juara umum, jumlah medali yang dikumpulkan Indonesia tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Tahun 2018 Indonesia berhasil mengumpulkan 38 medali emas, 18 perak, dan 13 perunggu. Menanggapi hal itu, Brigjen Candra mengatakan itu bukanlah penurunan prestasi.

"Capaian kali ini bukanlah penurunan (prestasi), tapi menunjukkan bahwa ajang ini sangat kompetitif atau kontingen telah menunjukkan performance yang terbaiknya," ucapnya.

3. Prajurit Indonesia termasuk penembak terbaik

Brigjen Candra mengatakan bahwa dari 20 penembak terbaik, 5 di antaranya adalah tentara Indonesia. Beberapa nama yang disebutkan adalah Sertu Woli, Sertu Misran, dan Kopda Arifin yang masing-masing merebut juara kategori 1, 2, dan 3 pada Match Championship 104.

4. Pembuktian kualitas senjata Pindad

Kemenangan TNI di ajang AASAM membuktikan bahwa di samping kualitas personel yang mumpuni, kualitas alutsista industri dalam negeri juga tidak kalah dengan milik negara-negara lain yang selama ini dipandang lebih modern.

TNI memenangkan kompetisi dengan berbekal senjata buatan PT Pindad. Tidak diterangkan senjata yang digunakan TNI dalam kompetisi tahun ini, namun biasanya ada beberapa jenis senjata yang diturunkan termasuk senapan SS2-V1 Heavy Barrel, karaben SS2-V2 Heavy Barrel, SS2-V4 Heavy Barrel, dan pistol G2 Combat.

5. Pernah diminta bongkar senjata

Performa moncer TNI dalam lomba menembak sempat membuat lawan curiga dan meminta agar senjata TNI diperiksa. Kejadian tersebut berlangsung saat tim Amerika Serikat kalah telak pada kompetisi AASAM tahun 2015. Permintaan tersebut jelas ditolak oleh pihak TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang saat itu menjabat sebagai KSAD mengatakan senjata TNI boleh dibongkar apabila peserta lain juga dibongkar.[]