Olahraga

Jual Sterling ke Chelsea Bisa Jadi “Senjata Makan Tuan” bagi Man City

Chelsea dikabarkan tertarik untuk menampung Sterling.


Jual Sterling ke Chelsea Bisa Jadi “Senjata Makan Tuan” bagi Man City
Penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling. (TWITTER/@sterling7 ·)

AKURAT.CO, Chelsea dikabarkan tertarik untuk meminang Raheem Sterling pada bursa transfer musim panas kali ini. Mantan kiper Manchester City, Shay Given menilai menjual Sterling ke rival langsung bisa menjadi “Senjata Makan Tuan” bagi tim besutan Pep Guardiola.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Sterling telah menjadi andalan The Citizens -julukan City-. Bahkan, dia berhasil mencetak 131 gol dalam 339 untuk Manchester City dan telah memenangkan empat gelar Liga Primer dengan klub dalam lima tahun terakhir.

Praktis, pencapaiannya tersebut hanya kalah dari Sergio Aguero dan Lionel Messi yang mencetak lebih banyak gol di bawah manajemen Pep Guardiola daripada pemain internasional Inggris itu.

baca juga:

Namun, kedatangan Erling Haaland dengan menggelontorkan uang cukup banyak membuat City kemungkinan besar menjual Sterling, demi mendapatkan dana baru. Chelsea pun menjadi salah satu tim yang tertarik untuk menampungnya. Given coba peringkatkan manajemen The Citizens.

“[Sterling] adalah pemain top, tetapi untuk alasan apa pun dalam 12 atau 18 bulan terakhir dia dan Pep, belum putus, tetapi dia tidak memulai setiap pertandingan,” kata Given.

'Sterling adalah pemain yang menurut saya tidak akan senang datang dari bangku cadangan dan menjadi pemain yang sedikit berperan dalam enam atau tujuh bulan terakhir.'

Pemain sayap asal Inggris itu memainkan 30 dari kemungkinan 38 pertandingan liga musim lalu, jumlah penampilan terendahnya sejak bergabung dengan City.

“Akankah dia kembali dan menggigit Pep, mungkin? Itulah masalahnya dari sudut pandang City, apakah menurut Anda dia akan kembali dan mencetak gol menjelang akhir musim yang memenangkan liga untuk Chelsea,” katanya.

“Dia pemain top, tetapi dengan 12 bulan tersisa, 50 juta pounds adalah uang yang banyak. Dengan Financial Fair Play, City harus menyeimbangkan pembukuan dan mereka masih berusaha mendatangkan pemain juga. Mungkin cocok untuk kedua klub.”[]