Olahraga

Joshua: Saya tidak Meneken Kontrak Mundur Lawan Usyk

Isu Anthony Joshua mundur tak terlepas dari status Tyson Fury sebagai juara WBC dan empat gelar lain yang untuk sementara berada di tangan Oleksandr Usyk.


Joshua: Saya tidak Meneken Kontrak Mundur Lawan Usyk
Juara dunia tinju kelas berat multigelar, Anthony Joshua, saat bermain tenis meja, Desember lalu. (TWITTER/Anthony Joshua)

AKURAT.CO, Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, membantah bahwa ia menerima kontrak untuk mundur demi memberi jalan kepada Oleksandr Usyk menghadapi juara dunia WBC, Tyson Fury. Joshua menyebut kabar tersebut tidak dikonfirmasi kepadanya.

“Saya membaca wawancara yang mengutip apa yang saya katakan dan saya pikir-pikir, ‘saya tidak melakukan wawancara. Dari mana orang ini mendapatkan informasi itu?’” tanya AJ–sapaan Joshua–sebagaimana dipetik dari BBC.

“Saya mendengar orang-orang bilang ‘AJ menerima 15 juta Poundsterling untuk mundur (melawan Usyk).’ Saya tidak meneken kontrak apapun, saya belum melihat kontrak apapun. Saya adalah orang yang mengendalikan takdir saya sendiri, saya adalah individu yang cerdas dan saya membuat perhitungan keputusan di setiap langkah.”

baca juga:

Isu ini muncul menjelang laga kedua Joshua melawan Usyk yang dijadwalkan pada kuarter pertama 2022. Joshua akan berusaha merebut kembali sabuk juara dunia IBF, WBA, WBO, dan IBO yang terlepas pada pertarungan pertama di London, Inggris, September tahun lalu.

Isu yang menyebut Joshua mundur tak terlepas dari status Fury sebagai pemilik gelar WBC dan empat gelar lain yang untuk sementara berada di tangan Usyk. Pertarungan Usyk dan Fury akan menjadi laga memperebutkan seluruh gelar juara dunia kelas berat yang tersedia untuk status juara tak terbantahkan (undisputed).

Di sisi lain, Fury dimandatkan WBC menghadapi petinju asal Inggris lainnya, Dillian Whyte. Kesepakatan soal laga Fury dan Whyte kemungkinan baru bisa dilihat pada Rabu (26/1).

Spekulasi pertarungan petinju paling elite di kelas berat saat ini merupakan perjalanan panjang dalam tiga tahun terakhir. Sedianya, Joshua diharapkan bisa menghadapi Deontay Wilder ketika sabuk WBC masih berada di tangan petinju asal Amerika Serikat tersebut.

Pada 2020, selepas mengalahkan Kubrat Pulev, prospek pertarungan Joshua dan Fury kembali mengemuka. Jadwal sudah ditetapkan beberapa hari selepas Olimpiade Tokyo 2020, Agustus tahun lalu, dengan arena laga di Arab Saudi.

Namun, kesepakatan tersebut batal karena Wilder memenangi gugatan hukum untuk klausul laga ketiga kontra Fury. Dan Fury menyanggupi laga ketiga dengan menumbangkan Wilder untuk kali kedua di Las Vegas, Oktober lalu.[]