Olahraga

Joshua: Saya Kalah di Laga Pertama karena tim Pelatih

Laga ulang Anthony Joshua melawan Oeleksandr Usyk dijadwalkan di Jeddah, Arab Saudi, 20 Agustus mendatang.


Joshua: Saya Kalah di Laga Pertama karena tim Pelatih
Petinju asal Inggris, Anthony Joshua, dalam sesi jumpa pers di London, Inggris, Rabu (29/6), menjelang tarung ulangnya melawan Oleksandr Usyk. (BOXING SCENE)

AKURAT.CO, Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, mengatakan bahwa kekalahannya atas Oleksandr Usyk pada pertarungan September tahun lalu dipengaruhi oleh tim pelatihnya di sudut ring. Menurut Joshua, tim pelatih tak memacu semangatnya dengan memberitahu bahwa Usyk dalam keadaan unggul di ronde-ronde akhir.

“Instruksi di sudut lebih seperti, ‘double jab, kanan, hook kiri.’ Bukan seperti, ‘lawan si k*****t itu. Dengar, kamu sedang kalah.’ Bukan (seperti itu). Seorang pelatih harus memukul ke aspek psikologi,” kata Joshua sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Terkadang Anda perlu memberi tahu petarung anda bahwa, ‘ya, kita kalah di pertarungan juara dunia’.”

baca juga:

Hal tersebut disampaikan Joshua dalam sesi jumpa pers di London Inggris, Rabu, 29/6), menjelang pertarungan keduanya menghadapi Usyk. Laga ulang melawan Usyk dijadwalkan di Jeddah, Arab Saudi, 20 Agustus mendatang.

Joshua kehilangan sabuk gelar juara dunia WBA (Super), IBF, IBO, dan WBO dalam laga pertama di London. Usyk mengalahkan Joshua lewat kemenangan angka dalam pertarungan 12 ronde.

Joshua menganggap pelatihnya memberikan informasi yang salah di sepanjang laga. Ia merasa tetap unggul dari Usyk dan mentalitasnya sebagai juara bertahan membuatnya terkejut ketika wasit mengangkat tangan Usyk untuk menyatakan petinju asal Ukraina tersebut sebagai pemenang.

“Sumpah, saya pikir (saya menang). Saya pikir saya seperti Muhammad Ali di sana,” kata Joshua.

“Saya tidak menyalahkan siapapun dengan mengatakan itu tetapi saya tak mendapat kesan bahwa saya kalah di pertarungan itu. Saya pikir kami tampil baik. Itu sebabnya ketika mereka mengumumkan nama (Usyk sebagai pemenang) ekspresi saya, ‘hah?’”

Menurut Joshua, salah satu faktor kekalahannya atas Usyk adalah strategi. Juara Olimpiade London 2012 itu mengatakan bahwa ia tidak menggunakan keunggulan tenaganya ketika menghadapi Usyk di laga pertama.

“Salah satu kekuatan saya adalah tenaga tetapi saya selalu ingin menurun jalan untuk menjadi seorang petinju yang bersih,” kata Joshua.

Menghadapi Usyk nanti bukan saja merupakan kesempatan bagi Joshua untuk merebut kembali empat sabuknya, juga peluang baginya untuk menghadapi juara dunia tinju kelas berat WBC, Tyson Fury, untuk pertarungan juara tak terbantahkan (undisputed).[]