Olahraga

Joshua: Banyak Petinju yang Ingin Menendang "Pantat" Wilder

Anthony Joshua menganggap Deontay Wilder sudah tidak cukup lagi hanya mengandalkan pukulan tangan kanan semata dalam persaingan petinju elite saat ini.


Joshua: Banyak Petinju yang Ingin Menendang
Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, bersiap untuk mempertaruhkan empat sabuk gelar juara dunianya menghadapi juara dunia WBC, Tyson Fury, tahun ini. (TWITTER/Anthony Joshua)

AKURAT.CO, Juara dunia tinju kelas berat multigelar, Anthony Joshua, menyebut bahwa pesaing di kelasnya, Deontay Wilder, tidak termasuk dalam jajaran petinju elite. Alasannya, kata Joshua, Wilder hanya mengandalkan pukulan tangan kanan dan itu sudah tidak cukup untuk bersaing di level elite.

“Dia (Wilder) bukan petarung level elite, menurut saya,” kata Joshua sebagaimana dipetik dari Boxing Scene.

“Dia bagus. Di kelas berat, mereka tahu bahwa satu pukulan bisa mengubah jalannya suatu pertarungan. Tetapi saya tidak pernah, tidak pernah melihat di divisi kelas berat (di mana) seorang petarung berangkat perang hanya dengan satu senjata, yang orang bilang tangan kanannya.”

Wilder memang dikenal sebagai petinju yang mengalahkan lawannya dengan satu pukulan. Petinju berkebangsaan Amerika Serikat berusia 35 tahun tersebut mencatatkan 43 pertarungan tanpa kekalahan sebelum kehilangan gelar juara dunia WBC ketika menghadapi Tyson Fury pada laga kedua, 22 Februari 2020.

Joshua mengatakan Wilder saat ini justru sedang berusaha mencari jalan untuk naik ke level elite. Ketika Wilder sudah berada lagi di level elite, Joshua mengatakan banyak petinju yang ingin mengalahkannya.

“Kapan dia sampai ke level teratas? Percayalah, itu tidak akan bertahan lama lagi. Itu tidak bekerja. Sebagaimana kita lihat saat ini beberapa pertarungan petarung level elite tertentu, dia berjuang di level teratas, dan banyak dari kita yang juga menantikan kesempatan untuk menendang pantatnya,” ucap Joshua.

Wilder sendiri saat ini sedang berada dalam jalur yang tepat untuk menempatkan posisi di level elite dengan menghadapi Tyson Fury untuk pertandingan ketiga di Las Vegas, Amerika Serikat, 24 Juli nanti. Dalam laga ini, Wilder berpeluang untuk mendapatkan kembali gelar WBC-nya.

Pertarungan melawan Fury juga diawali dengan polemik kontrak pertarungan Fury dan Joshua. Pasalnya, Wilder mendapatkan hak bertarung melawan Fury setelah memenangi gugatan ketika Fury dan Joshua sudah bersepakat melakukan pertarungan perebutan lima gelar di Arab Saudi, Agustus mendatang.

Laga Joshua-Fury akhirnya batal karena keputusan pengadilan mewajibkan Fury bertanding melawan Wilder. Adapun Joshua belum mendapatka lawan baru dengan mantan juara multigelar kelas penjelajah, Oleksandr Usyk, sebagai kandidat terkuat.[]