Olahraga

Lawan Rubah Pola Bermain, Jojo: Itu yang Kurang Saya Antisipasi

Lawan Rubah Pola Bermain, Jojo: Itu yang Kurang Saya Antisipasi
Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie melakukan serangan balik kepada pebulu tangkis putra Thailand Kantaphon Wangcharoen pada pertandingan East Ventures Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kekecewaan mendalam tak mampu disembunyikan oleh Jonatan Christie usai gagal melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Pebulutangkis tunggal putra kebanggaan Indonesia itu mengaku menyesal karena langkahnya terhenti di delapan besar.

Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Jonatan harus mengakui keunggulan lawannya, Chou Tien Chen yang merupakan unggulan keempat asal Taiwan, lewat pertarungan rubber set 21-14, 11-21, dan 20-22, pada Jumat (26/8).

Pada laga tersebut, Jonatan sejatinya memiliki peluang yang sangat besar untuk memenangkan pertandingan. Sebab, dirinya mampu meraih match point pada kedudukan 20-15 di gim ketiga. Namun, tunggal putra yang akrab disapa Jojo itu justru kecolongan tujuh poin beruntun, sehingga kondisi berbalik dan Jonatan harus takluk 20-22 dari Chou Tien Chen.

baca juga:

Usai laga, Jojo mengungkapkan situasi dan kondisinya saat “tikungan maut” itu terjadi. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu mengatakan bahwa di poin-poin kritis, Tien Chen mengubah strateginya dan itu kurang dapat diantisipasi oleh Jojo.

"Setelah interval gim ketiga, sebenarnya saya sudah bisa meredam pola dia yang digunakan di gim kedua. Saya jaga belakangnya,” terang Jojo dalam rilis resmi PP PBSI.

“Tapi setelah poin kritis, mungkin di poin 20-17 dia mengubah pola dengan bermain depan. Saya coba jaga depannya tapi dia akhirnya balik lagi tarik ke belakang. Itu yang kurang saya antisipasi.”

Jojo pun terpaksa membayar mahal kekalahannya kali ini. Sebab, medali Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 yang sudah ada di depan mata, harus pupus karena ia gagal ke semifinal.

"Satu, dua poin itu sangat penting. Sayang sekali tadi saya tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan," sesal Jojo.

"Hal ini harus saya bayar mahal, karena harus menunggu satu tahun lagi, yang kita tidak pernah tahu kesempatan itu (bermain di Kejuaraan Dunia) akan datang lagi atau tidak.”

Selain Jojo, kekalahan juga dialami oleh wakil tunggal putra Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting. Pebulutangkis kelahiran Cimahi itu harus tersingkir setelah takluk dari musuh bebuyutan yang juga “raja” tunggal putra dunia, Viktor Axelsen.

Ginting kalah dari Axelsen lewat pertarungan dua set langsung dengan skor identik, 10-21 dan 10-21. Dengan demikian, habis sudah wakil Indonesia dari sektor tunggal putra.[]