Ekonomi

Jokowi Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang di 2024, Yakin?

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengakui tantangan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem semakin berat.

Jokowi Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang di 2024, Yakin?
Warga saat beraktivitas di pemukiman liar di sepanjang bantaran rel kawasan pejompongan, Jakarta, Senin (16/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengakui tantangan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia semakin berat.

Ia mengungkapkan beberapa tantangan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Pada level mikro, Indonesia dihadapkan pada kenaikan harga-harga terutama berbagai komoditas pangan dan energi.

"Ini sebagai akibat dari situasi geopolitik yang berupa yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir," ujar Handoko di Jakarta, kemarin.

baca juga:

Dia menuturkan, level makro mencakup kebijakan menjaga stabilitas inflasi dan harga. Selain itu, harus juga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, lapangan kerja produktif, dan menjaga iklim investasi.

Dia menambahkan, pada level mikro mencakup kebijakan menurunkan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan kelompok miskin melalui program ekonomi produktif. Menurutnya, hal tersebut juga menghadapi rintangan yang tidak mudah.

"Khususnya dua isu strategis yang menjadi tantangan pada level mikro adalah akurasi data dan sinergi antar program yang melibatkan berbagai Kementerian," tambahnya

Lebih lanjut, Handoko mengatakan, Presiden Jokowi menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada 2024. Target itu enam tahun lebih cepat dari target penghapusan kemiskinan ekstrem dalam SDGs.

Dia menjelaskan, berdasarkan data BPS, dalam kurun waktu 2014-2019 proporsi Penduduk miskin ekstrem di Indonesia telah menurun secara signifikan yaitu dari 7,9% menjadi 3,7% pada tahun 2019.

Seiring dengan pandemi Covid-19, proporsi penduduk miskin ekstrem kembali naik menjadi 3,8% pada Maret 2020 dan 4,2%di September 2020.

"Kembali menurun menjadi 3,79% pada September 2021 dan pada tahun 2024 diharapkan dapat mencapai 0%," tandasnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi