Ekonomi

Jokowi Sebut Sektor Energi Cukup Berat, Anthony Budiawan: Kelewatan Bohongnya

Jokowi Sebut Sektor Energi Cukup Berat, Anthony Budiawan: Kelewatan Bohongnya
Anthony Budiawan PEPS (Dokumentasi )

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa subsidi pemerintah untuk sektor energi saat ini cukup berat dan harga yang harus dibayar oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga besar.

“Tetapi memang yang berat itu APBN. " APBN menjadi berat karena subsidinya sekarang untuk BBM, Pertalit, solar dan LPG menjadi Rp502 triliun, gede sekali,” ucapnya saat menghadiri silahturahmi dengan Relawan Tim 7, di Convention Ancol, Sabtu (11/6/2022).

Menanggapi pernyataan tersebut, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memberikan komentar dalam akun Twitter pribadinya @AnthonyBudiawan.

baca juga:

Menurutnya sikap Jokowi telah membohongi publik atas anggaran subsidi yang sangat besar yakni Rp502 triliun padahal realisasi APBN tidak sampai sejauh itu.

“ Siapa yang bisiki Jokowi untuk bohongi publik? Menurut laporan realisasi APBN, total subsidi per April 2022 hanya Rp56,63 triliun atau 27,36 persen dari anggaran. Subsidi energi hanya Rp46,36 triliun hanya naik 25,48 persen. Jauh dibawah Rp502 triliun. Kelewatan bohongnya?,” tulisnya pada Minggu (12/6/22).

Dikutip dari APBN KiTa Mei 2022, Senin (13/6/2022), Realisasi belanja subsidi sampai dengan April 2022 mencapai Rp56,63 triliun (27,36 persen dari pagu APBN 2022), atau meningkat 39,01 persen secara y-on-y. Realisasi belanja subsidi tersebut meliputi subsidi energi sebesar Rp46,36 triliun yang jika dibandingkan dengan tahun lalu hanya terealisasi sebesar Rp36,94 triliun atau tumbuh 25,48 persen (y-on-y).

Sementara itu, realisasi subsidi nonenergi sebesar Rp10,27 triliun sedangkan periode yang sama pada tahun lalu hanya terealisasi sebesar Rp3,79 triliun atau tumbuh 170,71 persen (y-on-y).

Realisasi belanja subsidi energi mencapai 34,59 persen dari pagu APBN 2022 yang utamanya bersumber dari subsidi BBM dan subsidi LPG Tabung 3 Kg yang mencapai Rp34,77 triliun (44,84 persen dari pagu), atau mengalami peningkatan 25,48 persen (y-on-y).

Realisasi subsidi BBM dan subsidi LPG 3 Kg tersebut merupakan pembayaran untuk subsidi pada tahun berjalan sebesar Rp24,60 triliun, yang meningkat 17,35 persen (y-on-y), dan pembayaran atas kurang bayar tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp10,17 triliun.[]