News

Jokowi Sebut Rakyat Menjerit karena PPKM, Rachland: Karena Lapar Pak!

Semestinya pemerintah hadir memberikan proteksi ekstra kepada rakyat dalam situasi pandemi, baik dari aspek kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan pokok.


Jokowi Sebut Rakyat Menjerit karena PPKM, Rachland: Karena Lapar Pak!
Rachland Nashidik. ([email protected])

AKURAT.CO, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah tidak memberlakukan lockdown karena masyarakat menjerit saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlangsung.

Menanggapi pernyataan itu, politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik langsung merespon dengan mengatakan bahwa rakyat menjerit bukan karena berlakunya PPKM, melainkan karena lapar.

"Menjerit karena lapar, Pak. Di suruh di rumah tapi tak diberi makan," kata Rachland di laman Twitter pribadinya @RachlanNashidik sebagaimana dikutip AKURAT.CO, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Rachland semestinya pemerintah hadir memberikan proteksi ekstra kepada rakyat dalam situasi pandemi, baik dari aspek kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan pokok. "Makanya negara kasih makan rakyat dong. Itu syaratnya lockdown," ujarnya.

Ketika membicarakan lockdown, Rachland mengaku diserang oleh para buzzer. "Ini kenapa BuzzeRp dan Jokower kompak menyerang sengit ide lockdown --  seolah ini ancaman besar bagi keselamatan negara?" imbuhnya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini mesti di-treatment dengan kebijakan lockdown sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Karantina Wilayah yang disahkan oleh Presiden Jokowi sendiri pada tahun 2018.

Dia pun menduga bahwa presiden menolak lockdown atau karantina wilayah bukan karena wabah mematikan itu mengancam keselamatan negara. "Melainkan Presiden mau menempatkan anggaran kesehatan rakyat dalam keseimbangan dengan anggaran pembangunan infrastruktur!" ungkapnya.

Sebelumnya, pada kegiatan Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro 2021 di halaman Istana Merdeka yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat kemarin, Jokowi mengungkapkan alasan pemerintah tak mengambil langkah lockdown dalam penanganan Covid-19.

"Lockdown itu artinya tutup total. Kemarin yang namanya PPKM Darurat itu namanya semi lockdown. Itu masih semi saja saya masuk kampung, masuk daerah, semuanya menjerit untuk dibuka," kata Jokowi.

Pada kesempatan itu Jokowi bercerita tentang dirinya yang sering menerima keluhan dari masyarakat saat penerapan PPKM Darurat. Padahal, kata Jokowi, pembatasan tersebut tak menghentikan seluruh kegiatan warga. Dia pun mengaku tak bisa membayangkan apabila pemerintah mengambil keputusan untuk memberlakukan lockdown. Menurut Jokowi, lockdown tak menjamin permasalahan pandemi selesai.

"Kalau lockdown bisa kita bayangkan. Dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown permasalahan menjadi selesai," kata dia.[]