News

Jokowi: Saya Berharap Umat Kristiani Tidak Kehilangan Harapan

Presiden Jokowi mengajak umat Kristiani untuk tidak kehilangan harapan akan kehadiran Tuhan.


Jokowi: Saya Berharap Umat Kristiani Tidak Kehilangan Harapan
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/12/2020). (AKURAT.CO/BPMI-Setpres/Kris-Muchlis Jr)

AKURAT.CO, Presiden Jokowi mengajak umat Kristiani untuk tidak kehilangan harapan akan kehadiran Tuhan meski badai Covid-19 masih melanda. Dia berharap umat Kristiani juga bertransformasi menghadapi masa-masa yang sulit saat ini, sekalipun juga tak boleh berdiam diri.

Pernyataan Presiden Jokowi disampaikan secara daring dalam perayaan Natal Nasional, Minggu (27/12/2020). Dia mengatakan, suasana perayaan Natal tahun ini sangat berbeda dengan Natal pada tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, umat Kristiani tidak dapat merayakan Natal sebagaimana tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemi covid-19.

Akibat Pandemi Covid-19, kata Jokowi, semua orang harus membatasi kegiatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Kehilangan kesempatan untuk bertemu keluarga dan sahabat dan tidak dapat beribadah sebagaimana mestinya. Belajar juga hanya dilakukan dari rumah. Sehingga siswa tidak dapat bertemu dengan guru dan teman di sekolah.

"Karena itu saya mengajak umat Kristiani untuk tidak kehilangan harapan penyertaan Tuhan yang maha pengasih, memampukan seluruh umat untuk melampaui segala kecemasan dan kekhawatiran. Bertransformasi untuk menghadapi masa-masa yang sulit. Namun kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus berusaha baik lahir maupun batin. Menjalankan Prokes dengan sepenuh hati dengan penuh kedisiplinan, menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga para sahabat sehingga terhindar dari virus Korona," katanya dalam pidato itu.

Dia mengatakan, sebagai umat beriman, beban berat akibat hantaman Pandemi tak boleh membuat umat Kristiani putus asa. Sebab, Sebab, di dalam perayaan Natal, umat Kristiani akan menemukan cahaya lilin yang akan dinyalakan si rumah-rumah umat Kristiani di seluruh pelosok negeri.

"Cahaya lilin itu mengingatkan kita semua tentang kehadiran Tuhan yang selalu bersama kita, hadir diantara kita dan bekerja untuk pemulihan siri umatnya," katanya.

Natal jga harusnya jadi momentum untuk mewujudkan kasih Tuhan untuk sesama yang menderita. Karena itu diperlukan sikap saling tolong menolong dan saling peduli satu sama lain, saling berbagi beban dan senantiasa menghadirkan kebaikan bagi bangsa dan negara.

"Untuk itu saya berharap umat Kristiani dimanapun berada untuk terus menyalakan lilin dalam hati. Lilin-lilin kebaikan dan memberi cahaya dalam kegelapan. Membawa semangat baru bagi kita bisa pulih dan bangkit kembali," katanya.[]