News

Jokowi Revisi Statuta UI, Faisal Basri: Apa Mungkin Presiden Tidak Baca?

Ekonom sekaligus Politikus Faisal Basri mengkritik revisi statuta Universitas Indonesia (UI) yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).


Jokowi Revisi Statuta UI, Faisal Basri: Apa Mungkin Presiden Tidak Baca?
Ekonom Universitas Indonesia (UI), Faisal Basri (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Ekonom sekaligus Politikus Faisal Basri mengkritik revisi statuta Universitas Indonesia (UI) yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, jika pemerintah terus menerus begini, rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah pun perlahan akan menghilang.

Bahkan, ia meyakini Presiden Jokowi pasti membaca isi revisi PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI) itu sebelum pada akhirnya ditandatangani.

"Kalau begini terus, rakyat makin tidak percaya kepada Presiden. Dalam kasus rektor UI, apakah mungkin Presiden tidak membaca apa yang ia tanda tangani? Membaca atau tidak, tanggung jawab tetap di pundak yang menandatangani," ucapnya melalui cuitannya melalui akun Twitter @FaisalBasri yang dikutip AKURAT.CO, Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Lebih lanjut, Faisal juga mengatakan, Presiden Jokowi saat ini lebih memilih untuk menyelamatkan Rektor UI Ari Kuncoro ketimbang memajukan UI.

"Lebih penting menyelamatkan Prof. Ari Kuncoro ketimbang memajukan UI. Luar biasa Presiden @jokowi," sindirnya.

Sebagai informasi, pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 menjadi PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI). 

Dalam statuta UI versi lama, yakni pada Pasal 35 (c) PP 68 Tahun 2013, rektor dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat perusahaan BUMN/BUMD/ataupun swasta, maka otomatis menjadi komisaris juga dilarang.