Ekonomi

Jokowi Perintahkan Erick Copot Pejabat BUMN yang Gemar Impor!

Jokowi: Jika ada yang tidak taat pada yang kita sepakati, BUMN, saya sampaikan ke menteri BUMN, dah ganti dirut-nya, ganti!


Jokowi Perintahkan Erick Copot Pejabat BUMN yang Gemar Impor!
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan di Asia. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memperingatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tidak segan mencopot pejabat perusahaan pelat merah yang gemar melakukan impor. 

Ia mengaku sangat geram lantaran maih banyak jajaran direktur BUMN hingga Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang belanja anggarannya justru digunakan untuk membeli barang impor dalam menjalankan operasional.

“Jika ada yang tidak taat pada yang kita sepakati, BUMN, saya sampaikan ke menteri BUMN, dah ganti dirut-nya, ganti," tegas Jokowi dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia yang digelar di Bali, Jumat (25/3/2022).

baca juga:

Kepala Negara menuturkan, anggaran pengadaan barang dan jasa sejatinya sangat besar yaitu Anggaran pemerintah pusat mencapai Rp 526 triliun, pemerintah daerah Rp 535 triliun, sementara BUMN Rp 420 triliun. 

"Anggaran modal bagi BUMN Rp420 triliun. Kalau digunakan, kita enggak usah muluk-muluk, dibelokkan 40 persen saja, 40 persen saja itu bisa men-trigger growth ekonomi kita yang pemerintah dan pemda bisa 1,71 persen, yang BUMN 0,4 persen. Ini kan 2 persen lebih," ungkap Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama Jokowi menyinggung sejumlah nama menteri yang instansinya masih banyak melakukan impor salah satunya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. 

Jokowi menyoroti soal impor traktor yang bukan merupakan barang teknologi canggih yang tidak bisa dibuat di Indonesia.

"Jengkel saya. Saya kemarin dari Atambua, saya lihat traktor, alsintan (alat dan mesin pertanian) impor. Ini enggak boleh, Pak Menteri. Enggak boleh," tegasnya.

"Pensil, kertas, saya cek, impor, pulpen, apa ini? Kadang-kadang saya mikir, ini kita ngerti nggak sih? Jangan-jangan kita nggak kerja detail sehingga nggak ngerti barang yang dibeli itu barang impor," pungkas Jokowi.[]