News

Jokowi-Maruf Dapat Rapor Biru, Tapi Ada Ketidakpuasan Pada Menteri

Jokowi-Maruf Dapat Rapor Biru, Tapi Ada Ketidakpuasan Pada Menteri
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2020 di Istana Negara, Kamis 6 Februari 2020. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terkait kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 62,9% responden puas terhadap kinerja pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kalau kita lihat 62,9 persen menyatakan puas: ada 55,1 persen yang menyatakan cukup puas, dan 7,7 persen menyatakan sangat puas, " kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam rilis survei secara virtual, Senin (25/4/2022). 

Sementara itu, kata Yunarto, responden yang menyatakan kurang puas hanya 31,4%. Kemudian 4,3% menyatakan tidak puas sama sekali. Meski begitu, Yunarto menilai bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah masih menunjukkan tren yang positif. 

baca juga:

"Sehingga kalau kita lihat dari angka 62,9 persen dapat dikatakan pemerintah memiliki rapor biru," imbuhnya. 

Tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi-Maruf tidak sebesar tingkat kepuasan terhadap kinerja menteri. Survei menunjukkan sebanyak 50,1℅ responden menyatakan puas terhadap kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju, 43,9℅ menyatakan tidak puas, dan sisanya 6% tidak tahu. 

"Nah tapi kalau kita lihat ada gap yang sangat besar hanya 50,1 persen dibandingkan dengan 62 persen yang menyatakan puas terhadap Presiden. Artinya ada ketidakpuasan memang terjadi di level kementerian," ujarnya. 

Di samping itu, Charta juga melakukan survei terkait isu reshuffle menteri. Hasilnya 68,5℅ responden menyatakan setuju Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja kabinet.

"Dan saya pikir ini catatan bagaimana reshuffle kabinet apabila dilihat betul kemudian bisa menjawab persoalan. Saya pikir ini bisa menjadi satu stimulus untuk baiknya kepuasan publik terhadap presiden," pungkasnya. 

Survei Charta Politika kali ini dilaksanakan pada 10-17 April 2022 terhadap 1.220 responden. Wawancara dilakukan dengan tetap muka langsung menggunakan metode survei penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Survei memiliki margin of error plus minus 2.83% pada tingkat kepercayaan 95%.[]