News

Jokowi Kumpulkan Relawan di Istana Bogor, Fahri Hamzah: Saya Melihatnya Positif

Jokowi Kumpulkan Relawan di Istana Bogor, Fahri Hamzah: Saya Melihatnya Positif
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menemui awak media usai menghadiri sebuah diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (30/7/20222).  (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menilai positif langkah Presiden Joko Widodo mengumpulkan puluhan organisasi pendukungnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. 

"Saya melihatnya positif. Beliau (Jokowi) nasehatin istilah ojo kesusu, itu artinya ya jangan mengganggu beliau gitu loh. Sekarang ini kan semua orang ganggu beliau, menterinya berpolitik, anggota DPR nya berpolitik padahal ini krisisnya besar sekali, " kata Fahri Hamzah di Jakarta, Sabtu (30/7/20222). 

Fahri mengerti betul arahan Jokowi kepada relawannya untuk fokus mengatasi krisis sehingga para relawan tidak terburu-buru membicarakan soal Pemilu 2024. 

baca juga:

"Saya mendengar baik saran-sarannya fokus pada kerja profesional untuk menghadapi krisis. Jadi ini harus menjadi pelajaran kita semua partai yang ada mbok ya dipisah kalo mau ikut pemilu ya pemilu aja, " ujar eks Wakil Ketua DPR tersebut. 

Menurut dia arahan Jokowi kepada relawannya jelas, yakni meminta untuk tidak merusak kerja dan tugas kenegaraan untuk kepentingan pemilu. 

"Siapkan kandidatnya tapi kerja profesional di dalam kabinet, di parlemen itu harus fokus karena krisis yang kita hadapi besar, saya memandangnya begitu, " tukas dia.

Diketahui, Presiden Jokowi mengumpulkan puluhan organisasi pendukungnya sepulang dari lawatan ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur. Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat 29 Juli 2022. 

"Pertemuan diikuti Barikade 98 dan 29  perwakilan relawan lainnya. Pertemuan berlangsung kurang lebih selama 2 jam, pukul 13.30 hingga 15.30 WIB," kata Ketua Umum Barikade 98, Benny Rhamdani yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Benny, Jokowi dalam pertemuan menyampaikan situasi terkini mengenai pandemi Covid-19, kondisi perekonomian, dan ancaman resesi global.

Jokowi di antaranya menyampaikan seluruh negara mengalami ketidakpastian di tengah ancaman krisis global akibat Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada efek domino terjadinya lonjakan harga energi dan pangan.

Sementara Sekjen Projo Handoko mengatakan Jokowi kembali menekankan untuk ojo kesusu terkait dukungan pilpres.

"Presiden menegaskan kembali karena persoalan bangsa lagi banyak yang korelasinya dengan situasi global, maka pernyataan ojo kesusu itu diulang lagi," kata Handoko.

"Beliau mengarahkan jangan kesusu masuk pada nama A, nama B, begitu lah kira-kira. Jadi betul-betul arahan pada kami diulang lagi soal ojo kesusu karena masih banyak pekerjaan rumah," tambahnya.[]