News

Jokowi ke Kepala Daerah: Ajak Masyarakat Berwisata di Dalam Negeri Saja

Jokowi ke Kepala Daerah: Ajak Masyarakat Berwisata di Dalam Negeri Saja
Presiden Joko Widodo memberikan pidatonya dalam pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020). Rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ini diikuti 131 Dubes dan para pejabat eselon 1. Raker ini masih akan berlangsung hingga 11 Januari 2020 mendatang. Dalam Raker dibahas mengenai penguatan diplomasi ekonomi, penguatan peran dan kontribusi Indonesia di dunia hingga penguatan infras (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintah di daerah agar rajin mengimbau masyarakat untuk berwisata di dalam negeri. Sebab, hal ini untuk menggalakkan pariwisata dalam negeri karena Indonesia kaya akan potensi wisata.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam pengarahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan badan usaha milik negara (BUMN), panglima komanda daerah militer (pangdam), kepala kepolisian daerah (kapolda), dan kepala kejaksaan tinggi (kajati), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (29/9/2022).

“Sekali lagi, tolong masyarakat diajak, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, ajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri saja,” ujar Jokowi.

baca juga:

Jokowi menerangkan, Indonesia mempunyai banyak daerah wisata yang menarik, seperti Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Toba, Raja Ampat, Bromo, Yogyakarta, Bangka Belitung, Borobudur, Jakarta, dan lain-lain.

“Kenapa dalam situasi krisis global seperti ini malah berbondong-bondong ke luar negeri?” kata dia.

Lebih lanjut Jokowi menerangkan, banyaknya masyarakat yang berwisata ke luar negeri akan berpotensi untuk memicu defisit di sektor wisata, mengingat jumlah wisatawan mancanegara yang datang juga belum meningkat.

“Ini kita bisa defisit ini wisata kita, yang datang ke sini belum banyak yang ke luar (negeri) malah banyak sekali. Hati-hati, devisa kita bisa lari lagi kalau caranya kita tidak rem, hati-hati,” ujarnya.

Kepada para peserta yang hadir, Jokowi juga menekankan agar kunjungan ke luar negeri hendaknya mendatangkan manfaat bagi Indonesia.

“Saya diundang ke luar negeri itu mungkin setahun bisa lebih dari 20 undangan, saya datang paling 2 atau 3, betul-betul saya rem, ini ada manfaat konkret ndak sih. Karena juga keluar uang kita ke luar (negeri) itu. Jadi hal-hal yang seperti itu rem, rakyat juga kita beri tahu,” pungkasnya. []