News

Jokowi Kasih Deadline 2 Hari Bagi Menteri Basuki Perbaiki Tanggul Jebol di Bekasi

Jokowi Kasih Deadline 2 Hari Bagi Menteri Basuki Perbaiki Tanggul Jebol di Bekasi


Jokowi Kasih Deadline 2 Hari Bagi Menteri Basuki Perbaiki Tanggul Jebol di Bekasi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Presiden Jokowi memberi tenggat waktu kepada Menteri PUPera Basuki Hadimuljono selama dua hari untuk memperbaiki  tanggul Sungai Citarum yang jebol di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/02/2021) lalu.

Dengan demikian tanggul Sungai Citarum diharapkan bisa kembali berfungsi normal. Apalagi banjir akibat jebolnya tanggul tersebut menyebabkan 9.438 jiwa mengungsi.

Tenggat waktu yang diberikan Jokowi itu dia sampaikan langsung kepada Menteri PUPera Basuki Hadimuljono saat meninjau perbaikan tanggul tersebut pada Rabu siang (24/2/2021).

Dalam peninjauan di lokasi, Presiden didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

“Ada tiga titik yang mengalami jebol tanggul seperti ini. Tetapi dua hari yang lalu sudah mulai dikerjakan dan ini insyaallah, tadi saya memberikan target maksimal 2 hari lagi sudah harus selesai tanggulnya sehingga semuanya berfungsi normal kembali,” ujarnya.

Selain memperbaiki tanggul jebol  Jokowi juga mengingatkan agar rumah-rumah warga yang rusak diterjang banjir segera diperbaiki. Dia mengungkapkan, ada 30 rumah yang ada disekitar tanggul yang harus segera diperbaiki.

Pada kesempatan tersebut Presiden meninjau proses pengurukan di desa terdampak banjir. Kementerian PUPera telah mengerahkan eksavator untuk mempercepat penyelesaian pengerjaan tersebut. Selain itu, Presiden juga meninjau rumah-rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Untuk diketahui, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum berdampak pada 4.867 KK dengan jumlah pengungsi mencapai 9.438 jiwa. Para pengungsi tersebut kini berada di 17 titik pengungsian yang tersebar di sembilan desa yang terdampak.

Desa-desa tersebut antara lain: Desa Karangsegar, Desa Sumberurip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karangpatri, Desa Bantarsari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantarjaya.

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu