Ekonomi

Jokowi: Indonesia Masih Dipercaya untuk Tujuan Investasi

Jokowi: Indonesia Masih Dipercaya untuk Tujuan Investasi
Presiden Joko Widodo (Instagram/@jokowi)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia masih dipercaya untuk investasi perusahaan-perusahaan besar dunia. Hal itu dilatarbelakangi stabilitas ekonomi dan politik yang stabil.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelatakan batu pertama atau groundbreaking pabrik pipa PT Wavin Manufacturing Indonesia, di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kemarin.

Jokowi pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia di tengah krisis finansial yang melanda dunia.

baca juga:

"Meskipun dunia pada posisi krisis finansial, tetapi Indonesia masih dipercaya untuk investasi perusahaan-perusahaan besar dunia," Ucap Jokowi.Menurut Jokowi, di tengah situasi dunia yang dilanda krisis pangan, energi, hingga finansial semua negara akan berlomba berebut investasi. Alasannya, lanjutnya karena dengan investasi maka nilai tambah, lapangan pekerjaan, penerimaan negara hingga cadangan devisa akan tercipta.

Presiden pun mengucapkan terima kasih kepada PT Wavin atas kepercayaannya berinvestasi di Indonesia. Menurutnya jika sebah negara sudah tidak dipercaya sebagai tempat investasi, maka akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan impor barang-barang.

"Begitu sebuah negara sudah dicap tidak baik untuk investasi, enggak akan ada yang mau datang ke negara kita. Kalau sudah enggak ada yang datang, artinya apa? Barang-barang harus kita impor dari luar," tambahnya.

Sementara itu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menambahkan keberadaan pabrik pipa Wavin ini nantinya akan menjadi substitusi impor pipa Indonesia yang saat ini mencapai 80%.

"Tadinya [Wavin] mau ke negara lain, salah satu di antaranya ke Vietnam tapi kita kasih tawaran yang baik, alhamdulillah mereka bisa hadir untuk groundbreaking," kata Bahlil. []

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi