Olahraga

Jokowi: Evaluasi Menyeluruh dan Hentikan Liga 1 Sementara

Jokowi: Evaluasi Menyeluruh dan Hentikan Liga 1 Sementara
Presiden Joko Widodo saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8/2022). (Sekretariat Presiden)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo meminta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 1 Indonesia 2022-2023. Orang nomor satu di Indonesia itu ingin tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur  dievaluasi secara menyeluruh.

Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya ratusan orang dalam tragedi Kanjuruhan setelah Arema FC menelan kekalahan tipis 2-3 dari Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam WIB.

“Saya telah perintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya,” kata Jokowi dalam keterangan persnya, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (2/10).

baca juga:

“Khusus Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.”

PSSI sebelumnya sudah mengatakan bahwa telah membentuk tim investigasi. Selain itu, federasi bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator penyelenggara sendiri sejauh ini sudah mengambil keputusan dengan menunda kompetisi Liga 1 Indonesia 2022-2023 selama satu pekan.

Sementara terkait pelayanan kesehatan, Jokowi telah meminta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik.

“Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini. Saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepakbola di Tanah Air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang,” harapnya.

“Sportifitas rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama.”

Tragedi di Stadion Kanjuruhan bermula dari kekecewaan suporter tuan rumah atas kekalahan yang dialami Arema FC dari Persebaya. Mereka masuk ke lapangan dan membuat situasi tidak terkendali.

Pihak kepolisian kemudian menembakkan gas air mata sebagai langkah pencegahan. Akibatnya, para penonton berdesak-desakan keluar yang berakhir menjadi Tragedi Kanjuruhan. Sejauh ini, ratusan korban dilaporkan tewas dan masih ada yang dirawat karena kritis.[]