News

Jokowi Diramal Tetap Diperhitungkan di Pilpres 2024, Mengapa Demikian?

Jokowi Diramal Tetap Diperhitungkan di Pilpres 2024, Mengapa Demikian?
Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil kolaborasi antarnegara dan antarpebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan di Asia. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Komunikolog Emrus Sihombing memprediksi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan tetap diperhitungkan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 oleh berbagai kekuatan politik.

“Dalam konteks Pilpres yang akan datang, Pak Jokowi menurut saya masih dihargai. Mengapa? Karena sampai pelantikan Presiden (baru), Jokowi jadi Presiden kita,” ungkap Emrus kepada wartawan, Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Meskipun, kata Emrus, dukungan Jokowi terhadap kandidat calon Presiden (capres) di Pemilu 2024 tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan elektabilitas calon.

baca juga:

Menurut Emrus, hal itu terjadi karena memang Jokowi tidak menunjukkan keberpihakan pada salah satu nama yang digadang-gadang maju dalam Pilpres 2024.

"Selama Jokowi belum berpihak, maka sulit untuk mengatakan ada atau tidaknya efek Jokowi tersebut," katanya.

Emrus menambahkan, Jokowi tidak memberikan suatu dukungan verbal maupun non-verbal, langsung atau tidak langsung pada salah satu bakal calon Presiden. Bahkan sekali pun terhadap Ganjar Pranowo yang santer disebut-sebut sebagai pengganti Jokowi.

“Sebab itu sangat wajar Jokowi effect belum ada pengaruh terhadap salah satu kandidat," ucapnya.

"Lain halnya, jika Pak Jokowi memberikan sinyal-sinyal dengan memberikan kriteria-kriteria tertentu calon Presiden yang kriteria itu spesifik pada seseorang walaupun tidak sebut namanya. Saya kira itu akan bisa terlihat,” sambungnya. []