News

Jokowi Diminta Dorong Pelaku Usaha Permebelan dan Kerajinan Tangan Naik Kelas

Jokowi Diminta Dorong Pelaku Usaha Permebelan dan Kerajinan Tangan Naik Kelas
Menteri KUMKM Teten Masduki hadiri pelantikan pengurus DPP Asmindo 2022-2027 (Humas Kemenkop UKM)

AKURAT.CO, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Deddy Rochimat optimis pihaknya mampu memakmurkan usaha permebelan dan kerajinan tangan bersama seluruh pemangku kepentingan di Tanah Air.

Pernyataan itu disampaikan Deddy usai melantik 44 pengurus Aspindo periode 2022-2027 di Auditorium Kantor Kemenkop dan UKM, Jalan Rasuna Said, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2022).

“Kita juga tahu Asmindo merupakan salah satu organisasi yang luar biasa, yang pernah menjadi tempat Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo berorganisasi,” kata Deddy.

baca juga:

Dia menyatakan, Presiden Jokowi sampai sekarang tetap memperhatikan Asmindo. Dia berharap Presiden memberikan dukungan agar pelaku usaha permebelan dan kerajinan tangan di Indonesia bisa naik kelas.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyambut baik kolaborasi yang dilakukan Asmindo dengan REI. Dia tidak memungkiri, mayoritas pelaku properti kelas menengah ke atas kerap menggunakan permebelan dari luar negeri dibanding produk dalam negeri.

“Kami akan sosialisasikan, karena memang masih banyak khususnya perumahan menengah atas yang memakai produk luar negeri. Sesuai program Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa kita harus menggunakan produk lokal, sehingga kami giatkan kerja sama ini agar memakai produk lokal,” kata Totok.

Sementara itu, Menkop dan UKM RI Teten Masduki mengatakan, pemerintah Indonesia juga telah membuat roadmap demi menyongsong Wawasan Indonesia 2045. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi leading (pemimpin) di semua sektor salah satunya industri manufaktur.

“Meskipun kita akan menjadi empat kekuatan ekonomi dunia, kita ingin juga industri bukan jago kandang tetapi sebagaimana negara-negara besar, kita juga masuk menguasai di pasar global,” kata Teten.

Menurut dia, pasar dalam negeri cukup besar hampir sekitar 300 juta Dollar AS. Angka tersebut sangat besar, sehingga bisa mencakup beberapa negara di belahan Eropa.

“Sekarang 40 persen belanja pemerintah sudah harus menggunakan produk UMKM atau produk dalam negeri, dan ratas (rapat terbatas) terakhir Pak Presiden minta kalau perlu 100 persen. Karena kalau yang 40 persen itu sekarang misal dijumlah kira-kiranya Rp 400 triliun, itu bisa meng-create (menciptakan) lapangan pekerjaan atau memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi 1,85 persen, berdasarkan hitungan BPS,” jelasnya.[]