News

Jokowi Dijadwalkan Hadir, Munas Kadin di Kendari Bakal Dilaksanakan 30 Juni

Jokowi rencananya akan membuka Munas Kadin Indonesia dengan salah satu agendanya memilih ketua baru.


Jokowi Dijadwalkan Hadir, Munas Kadin di Kendari Bakal Dilaksanakan 30 Juni
Presiden Joko Widodo saat menerima laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LHP LKPP) tahun 2020 dan ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) II tahun 2020 dari Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO, Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bakal digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni 2021.

Ketua Penyelenggara Munas Kadin Adisatrya Sulisto menuturkan, Munas Kadin rencananya dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bapak Presiden dijadwalkan hadir di Kendari, pada tanggal 30 Juni. Panitia penyelenggara telah diundang di Sekretariat Presiden untuk berkoordinasi terkait kedatangan Bapak Presiden, tanggal 30 Juni,” kata Adisatrya kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Adisatrya mengatakan, salah satu agenda munas adalah memilih Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026. 

“Munas masih terus jalan. Tidak ada pembatalan,” bebernya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. 

Sesuai rencana, Munas Kadin akan tetap digelar pada 30 Juni 2021 di Kendari. Hal itu merujuk pada data Dinas Kesehatan Kota Kendari yang menyebut angka penularan Covid-19 yang masih terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan, beberapa minggu lalu, kasus positif Covid-19 sempat turun drastis. Bahkan hanya menyisakan puluhan orang yang terkonfirmasi positif. 

"Berdasarkan data Kewaspadaan Covid-19 Kota Kendari, Jumat 11 Juni 2021 tercatat hanya 35 orang konfirmasi positif. Kendati demikian, Tim Yustisi Kota Kendari terus memastikan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan," kata Rahminingrum dalan keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Rahminingrum menilai, kasus Covid-19 di Kendari tidak melonjak karena dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, cakupan vaksinasi semakin hari terus bertambah. Dengan begitu, otomatis semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kekebalan. 

Saat ini vaksinasi Covid-19 rutin dilakukan di 15 Puskesmas dalam Kota Kendari, dan di kantor Dinas Kesehatan Kota Kendari. Selain itu, juga sering dilakukan kegiatan vaksinasi massal untuk populasi yang besar. 

"Tercatat per 8 Juni 2021, total 32.304 warga Kendari telah disuntik vaksin dosis pertama. Lalu, dari jumlah tersebut, warga yang telah disuntik vaksin dosis kedua sebanyak 20.269. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, dan lansia," terang Rahminingrum. 

Faktor kedua, lanjut Rahminingrum, pemerintah kota yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tingginya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan anjuran prokes tersebut.

"Kemudian yang ketiga mengurangi mobilitas masyaakat. ASN seperti saya benar-benar mengurangi mobilitas dan menerapkan work from home (WFH)," kata Rahminingrum.

Saat ini terdapat dua kandidat yang akan memperebutkan kursi Ketua Umum Kadin Indonesia. Mereka adalah Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie.

Kedua kandidat akan memperebutkan 132 total suara, yang terdiri atas 30 suara dari asosiasi/gabungan/himpunan selaku Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia, dan 102 suara dari Kadin Daerah (Kadinda) yang tersebar di 34 provinsi.[]