News

Jokowi Bertolak ke Rusia-Ukraina, Anggota DPR Yakin Paspampres Bekerja dengan Baik

Konflik ini bukan hanya merugikan masyarakat rusia dan masyarakat ukraina tapi juga yang lainnya


Jokowi Bertolak ke Rusia-Ukraina, Anggota DPR Yakin Paspampres Bekerja dengan Baik
Panzerhaubitze adalah salah satu senjata artileri paling kuat dalam inventaris angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr (Youtube Image)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo bertolak ke Ukraina dan Rusia. Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono meyakinkan, sejumlah 39 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dapat bekerja sama dengan baik.

Pasalnya, kunjungan presiden ke Ukraina - Rusia itu terjadi di tengah-tengah konflik dan pertempuran yang cukup sengit, bahkan telah banyak memakan korban jiwa. Menurut Dave, tentu ini perlu melibatkan banyak pihak.

"Karena kunjungan ini bukan hanya kunjungan kenegaraan biasa atau simbolik, akan tetapi di sini ada visi-misi khusus yang bisa diharapkan membawa perdamaian dan kestabilan bagi dunia," tegas Dave kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

baca juga:

Dia menyebut, hanya satu tujuan terkait kedatangan Presiden Jokowi  ke Ukraina - Rusia adalah untuk memastikan kehadiran mereka hadir di G20 atau mendorong ada adanya komunikasi sehingga bisa terjalin komunikasi dan bekerja sama.

Sebab politisi Partai Golkar menyoroti bahwa konflik ini bukan hanya merugikan masyarakat Rusia dan masyarakat Ukraina saja. Akan tetapi juga menyulitkan kehidupan banyak orang seluruh dunia dengan tingginya harga pangan, harga energi, dan BBM.

"Nah ini semua akan berdampak kepada stagnannya ekonomi dunia dan juga berpotensi menyebabkan inflasi di berbagai belahan dunia," terangnya.

Dia mengatakan, bukan pertama kali Presiden Indonesia mengunjungi daerah konflik kita. Dulu, mantan Presiden Soeharto pernah mengunjungi Bosnia di tengah-tengah perang dan disitu Paspampers bisa mengamankan lawatan presiden dengan baik.

"Sekarang, Presiden Jokowi juga pernah mengunjungi Kabul (Afghanistan) dan Paspampres juga mampu menangani hal tersebut," ujarnya.[]