Ekonomi

Jokowi: Bantuan Modal Kerja Rp1,2 Juta Untuk Kebutuhan Produktif, Jangan Handpone!

Jokowi: Jangan ya, jangan dibelikan handphone. Kalau bisa dipakai untuk tambahan modal kerja, modal usaha.

Jokowi: Bantuan Modal Kerja Rp1,2 Juta Untuk Kebutuhan Produktif, Jangan Handpone!
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2020 di Istana Negara, Kamis (6/2/2020). Rakornas Karthula 2020 ini mendengarkan laporan Menkopolhukam mengenai penanganan kebakaran hutan tahun 2019. Dalam rakornas tersebut juga dihadiri gubernur para bupati, Danrem, Dandim, Kapolda, Kapolres hingga Kepala BPBD dari berbagai daerah. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar masyarakat memanfaatkan bantuan modal kerja (BMK) senilai Rp1,2 juta yang diberikan sebagai tambahan modal kerja atau modal usaha. Bantuan tersebut, kata Presiden, juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang produktif.

"Jangan ya, jangan dibelikan handphone. Kalau bisa dipakai untuk tambahan modal kerja, modal usaha. Kalau enggak ya dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang produktif, jangan dipakai untuk beli pulsa," pesan Jokowi saat menyerahkan BMK dan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng kepada peserta program keluarga harapan (PKH) di Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (9/10/2022).

Sementara itu, untuk BLT, Jokowi menyarankan agar bantuan tersebut digunakan untuk pembelian sembako.

baca juga:

"Ibu-ibu ini ya, yang Rp300 ribu silakan untuk pembelian sembako dan minyak goreng ya, namanya untuk bantuan sosial," lanjutnya.

Kepala Negara itu juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menghitung kembali anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pemberian bantuan kepada PKH.

"Nanti kalau APBN-nya ada uang lebih nanti akan kita, insyaallah akan kita tambahkan," imbuhnya.

Selain penyerahan BMK dan BLT kepada peserta PKH, Presiden juga memberikan bantuan kepada para pedagang kaki lima dan pedagang pasar.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi