News

Jokowi Ancam Copot Kapolda, Pangdam hingga Dandim Daerah Rawan Karhutla

Jokowi mengingatkan jajarannya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutka.


Jokowi Ancam Copot Kapolda, Pangdam hingga Dandim Daerah Rawan Karhutla
Presiden Joko Widodo menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo mengancam akan mencopot pejabat sipil dan militer di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mulai dari Pangdam, Kapolda, Dandim hingga Kapolres. Jabatan mereka dipertaruhkan bila masih terjadi kebakaran yang membesar dan tidak tertangani dengan baik.

Teror ancaman itu disampaikan presiden saat rapat koordinasi (Rakor) Karhutla di istana negara kemarin. Rakor itu dihadiri Menkopulhukam Mahfud MD dan menteri terkait, Gubernur, Bupati, Walikota, Pangdam, Kapolda, Dandim dan Kapolres dari wilayah Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Jokowi mengatakan, sejak 2015, Rakor soal Karhutla sudah dimulai. Setahun setelahnya atau 2016, telah ada kesepakatan bersama. Kesepakatan itu hingga kini belum berubah. Isi kesepakatannya pertaruhan jabatan bila kebakaran membesar dan tak bisa dihentikan. Dia mengatakan, kembali mengingatkan kesepakatan itu untuk mengingatkan pejabat baru di wilayah-wilayah rawan Karhutla.

"Kalau di wilayah saudara-saudara ada kebakaran dan membesar dan tidak tertangani dengan baik, aturan maennya tetap sama, belum saya ganti. Saya kira kita masih ingat semuanya. Yaitu dicopot. Yaitu diganti. Jelas," tegasnya saat menyampaikan arahannya di Istana Negara kemarin.

Jokowi mengingatkan meskipun saat ini Indonesia sedang menghadapi bencana banjir di berbagai daerah di Indonesia, kewaspadaan terhadap ancaman Karhutka tak boleh kendor. Karena itu, perencanaan yang matang, detail penanganan, sinergi lintas instansi hingga rencana eksekusi kebijakan harus jelas dan tak boleh kendor.

Sebab, berdasarkan laporan BMKG, tahun 2021, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan masih akan terjadi hujan dengan intensitas menengah tinggi hingga April. Saat bersamaan, potensi La Nina juga masih akan bertahan hingga semester 1 tahun ini.

"Bulan Mei diperkirakan masih akan terjadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Tapi kita harus tetap waspada, jangan lengah.  Saya menerima laporan bahwa kebakaran hutan dan lahan telah mulai terjadi sejak akhir Januari," ujarnya.

Misalnya di Riau. Jokowi mengungkapkan, di Riau, sudah kejadian Karhutla sebanyak 29 kejadian. Begitu juga dengan wilayah Kalimantan Barat yang juga jumlah kebakarannya lebih besar daripada Riau.

"Dan ini harus hati-hati gubernur Riau meskipun bisa ditangani jangan sampai ada muncul lagi. Di Kalimantan Barat juga sama. Ada 52 kejadian. Hati-hati Kalimantan Barat. Meskipun bisa tertangani tapi kita semua hati-hati," katanya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu