News

Johnny Plate Klaim Telah Labeli 1.556 Hoaks Soal Covid-19 dan Vaksin di Ruang Digital

Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan bahwa upaya penanganan pandemi Covid-19 di dunia tidak hanya dari aspek memutus rantai penularan


Johnny Plate Klaim Telah Labeli 1.556 Hoaks Soal Covid-19 dan Vaksin di Ruang Digital
Menkominfo Johnny G Plate

AKURAT.CO  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan bahwa upaya penanganan pandemi Covid-19 di dunia tidak hanya dari aspek memutus rantai penularan. Tetapi juga memutus berantainya informasi sesat dan hoaks terkait pandemi Covid-19, juga vaksinasi. 

Secara spesifik, Johnny menyampaikan, hingga hingga kemarin, Jumat (30/4/2021), Kementerian Komunikasi dan Infomastika telah mencatat dan telah melabeli sebanyak 1.556 hoaks terkait Covid-19, serta 177 hoaks terkait vaksin Covid-19.

"Infodemik semakin marak di tengah-tengah ruang informasi publik dan menyebar dengan angat mudah dan cepat di media sosial, di media digital,” katanya dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (1/5/2021). 

Pemerintah, kata dia, tak pernah berhenti mengimbau masyarakat untuk memilah-milah informasi yang ada. Pemerintah mendorong agar masyarakat merujuk pada sumber-sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Baik dari World Health Organization (WHO), pemerintah Indonesia dalam hal ini KPC PEN (Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Kementerian Kesehatan, dan kementerian atau lembaga terkait ataupun para ahli di bidangnya. 

“Sekali lagi, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 3M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer demi melindungi diri, melindungi keluarga, melindungi negeri kita dan mengakhiri pandemi Covid-19,” ujar Johnny.

Terkait upaya pencegahan peningkatan penularan Covid-19 kedepannya, pemerintah melalui Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, telah menetapkan peniadaan mudik Hari Raya Idulfitri tahun 1442 Hijriah dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Tak hanya itu, sesuai dengan Adendum Surat Edaran tersebut, upaya pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) juga diterapkan sejak dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021.

"Upaya-upaya ini diharapkan tidak hanya dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, namun juga mampu mengantisipasi potensi peningkatan penularan kasus antardaerah. Sekali lagi, kita tidak boleh lengah demi melindungi diri, melindungi keluarga, dan melindungi seluruh masyarakat,” kata Johnny.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu