News

Joe Biden Telepon Presiden Mesir, Bahas Gencatan Senjata dan Pembangunan Kembali Gaza

Joe Biden menelepon Abdel Fattah el-Sisi untuk membahas gencatan senjata antara Hamas dan Israel serta upaya pembangunan kembali di Gaza.


Joe Biden Telepon Presiden Mesir, Bahas Gencatan Senjata dan Pembangunan Kembali Gaza
Agresi Israel ke Gaza selama 11 hari telah menyebabkan hancurnya banyak infrastruktur penting.

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berterima kasih kepada Mesir atas 'keberhasilan' diplomasi dan koordinasinya dengan AS, sehingga tercapai gencatan senjata yang mengakhiri 11 hari agresi Israel di Jalur Gaza dan tembakan roket ke Israel.

Menurut pernyataan Gedung Putih pada Senin (24/5), Biden menelepon mitranya dari Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, untuk membahas upaya pembangunan kembali usai serangan mematikan di wilayah Palestina yang terkepung.

"Kedua pemimpin berkonsultasi tentang kebutuhan mendesak untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan di Gaza. Mereka juga membicarakan dukungan upaya pembangunan kembali dengan cara yang menguntungkan warga di sana, bukan Hamas," bunyi pernyataan itu, dilansir dari Al Jazeera.

Hampir 250 warga Palestina, termasuk puluhan anak-anak, tewas dalam pemboman 11 hari Israel di Gaza. Agresi ini juga melukai sekitar 2 ribu warga dan menghancurkan banyak bangunan serta infrastruktur penting.

Pemerintah Biden telah menghadapi banyak tekanan untuk mendorong Israel agar menyetujui gencatan senjata segera. Namun, presiden AS dan para pejabat tingginya bersikeras bahwa diplomasi di belakang layar jauh lebih baik.

Sementara itu, Mesir membantu mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku pada Jumat (21/5). Negara ini mengirim delegasi ke Tel Aviv dan wilayah Palestina yang diduduki untuk mengawasi implementasi kesepakatan tersebut. Pekan lalu, el-Sisi juga menjanjikan USD 500 juta untuk membantu upaya rekonstruksi di Gaza.

Di sisi lain, AS mengirim Menteri Luar Negeri Antony Blinken ke wilayah tersebut untuk bertemu dengan para pemimpin Israel dan Otoritas Palestina (PA). Ia juga berencana mengunjungi Mesir dan Yordania.

Blinken pun diutus agar fokus memastikan gencatan senjata Hamas-Israel dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada Palestina.

"Ia akan membahas upaya tindak lanjut penting untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata dan mengurangi risiko konflik lebih lanjut selama beberapa bulan mendatang," bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS pada Senin (24/5).

Sejak menjabat, Biden dan para pejabat tingginya telah berusaha untuk tidak memprioritaskan masalah Israel-Palestina di tengah kebijakan luar negeri lainnya. Selain itu, sejumlah legislator progresif AS terus meminta Washington untuk membatalkan kesepakatan senjata senilai USD 735 juta dengan pemerintah Israel, serta mengkalibrasi ulang hubungannya dengan Israel. Pengeboman Israel di Gaza pun terjadi di tengah dorongan anggota parlemen di Washington yang mempertanyakan bantuan militer AS tanpa syarat ke Israel, sejumlah USD 3,8 miliar per tahun.

Sementara itu, Mesir menjadi penerima bantuan terbesar kedua dari AS setelah Israel. Para pembela HAM pun sebelumnya telah mendesak pemerintahan Biden untuk menekan el-Sisi yang telah memimpin tindakan keras terhadap jurnalis, pendukung HAM, dan kritikus untuk memperbaiki catatan HAM pemerintah. []