News

Joe Biden Serukan Gencatan Senjata, namun AS Cegah PBB Bujuk Israel Hentikan Agresi

Menurut pernyataan Gedung Putih, Joe Biden mendorong Israel agar melakukan segala upaya demi memastikan perlindungan warga sipil yang tak bersalah


Joe Biden Serukan Gencatan Senjata, namun AS Cegah PBB Bujuk Israel Hentikan Agresi
Unit artileri Israel menembak ke arah Jalur Gaza dari perbatasan Gaza pada Senin (17/5). (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata setelah konflik terbaru antara Israel dan militan Palestina di Gaza berlangsung 8 hari. Kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Biden mengaku AS sedang bekerja sama dengan Mesir dan negara lain untuk menghentikan permusuhan. Namun, Negeri Paman Sam lagi-lagi memblokir pernyataan Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyerukan penghentian kekerasan.

Dilansir dari BBC, konflik terbaru ini telah memasuki pekan kedua, tetapi belum ada tanda akan berakhir. Sedikitnya 212 orang, termasuk 61 anak, tewas di Gaza. Di sisi lain, Israel kehilangan 10 nyawa, termasuk 2 anak.

Israel berdalih kebanyakan dari mereka yang terbunuh di Gaza adalah militan. Negara itu juga membela diri bahwa setiap kematian warga sipil terjadi dengan tidak disengaja. Di sisi lain, Hamas yang menguasai wilayah Gaza membantahnya.

Sementara itu, menurut pernyataan Gedung Putih, Biden mendorong Israel agar melakukan segala upaya demi memastikan perlindungan warga sipil yang tak bersalah.

"Kedua pemimpin negara membahas kemajuan dalam operasi militer Israel terhadap Hamas dan kelompok teroris lainnya di Gaza. Presiden Biden menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata dan membahas keterlibatan AS dengan Mesir serta mitra lainnya demi mencapai tujuan tersebut," bunyi pernyataan itu.

Agresi Israel terhadap Palestina telah meningkatkan keprihatinan internasional. Para pemimpin dunia dan organisasi kemanusiaan telah menyerukan tindakan untuk mencegah kematian penduduk dan kekacauan akibat penghancuran bangunan dan infrastruktur.

Namun, untuk ketiga kalinya, AS menghalangi upaya DK PBB untuk merilis pernyataan yang mendesak Israel agar menghentikan serangan militernya. Negeri Paman Sam justru mengajukan upaya diplomatiknya sendiri.

"Perhitungan kami pada titik ini adalah melakukan perundingan di belakang layar. Itu pendekatan paling konstruktif yang dapat kami ambil," ungkap Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki.

PBB juga telah menyatakan keprihatinannya soal kerusakan infrastruktur di Jalur Gaza yang sudah memprihatinkan. Dikatakan bahwa 40 sekolah dan 4 rumah sakit telah hancur seluruhnya atau sebagian dalam beberapa hari terakhir. Organisasi ini juga memperingatkan kalau persediaan bahan bakar di sana sudah hampir habis. Artinya, layanan dasar terancam tak dapat beroperasi.

Tak hanya itu, Kepala Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Mike Ryan mengimbau agar semua serangan terhadap fasilitas kesehatan segera dihentikan.[]