News

Joe Biden Menentang China Soal Status Taiwan, Xi Jinping: Yang Main Api akan Terbakar!

Joe Biden Menentang China Soal Status Taiwan, Xi Jinping: Yang Main Api akan Terbakar!
Dalam panggilan telepon selama 2 jam lebih pada Kamis (28/7), Joe Biden dan Xi Jinping membicarakan Taiwan, perubahan iklim, hingga keamanan kesehatan (BBC)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping berbicara melalui telepon selama lebih dari 2 jam pada Kamis (28/7). Dalam perbincangan itu, keduanya saling memperingatkan soal Taiwan.

Dilansir dari BBC, Biden memperingatkan Xi bahwa AS sangat menentang setiap langkah sepihak China untuk mengubah status pulau tersebut. Meski begitu, kebijakan AS untuk Taiwan belum berubah.

Sebaliknya, Xi meminta Biden agar mematuhi prinsip 'satu China'. Ia memperingatkan 'siapa yang bermain api akan terbakar'.

baca juga:

Ketegangan ini memanas menjelang rumor rencana kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan. Menurut Departemen Luar Negeri AS, Pelosi belum mengumumkan kunjungan apa pun. Namun, China telah memperingatkan 'konsekuensi serius' jika ia melanjutkan kunjungan semacam itu.

Menurut Biden pekan lalu, militer menganggap rencana itu bukan ide yang bagus. Di sisi lain, Gedung Putih menyebut retorika China terhadap perjalanan semacam itu jelas tak penting.

Jika rencana itu terlaksana, Pelosi akan menjadi politisi AS dengan jabatan tertinggi yang berkunjung ke Taiwan sejak 1997.

Dalam panggilan telepon itu, Biden dan Xi juga membahas kemungkinan diadakannya pertemuan tatap muka, menurut seorang pejabat senior pemerintah Biden. Ketika menjadi wakil presiden AS, Biden menjamu Xi selama kunjungannya ke AS pada 2015. Namun, mereka belum pernah bertemu secara langsung selama kepresidenan Biden.

China sendiri memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan harus menjadi bagian dari negara tersebut. Xi pun tak mengesampingkan kemungkinan pengerahan kekuatan untuk mewujudkannya.

Di bawah kebijakan 'satu China', Washington tak mengakui Taipei secara diplomatis. Meski begitu, AS memang menjual senjata ke pulau tersebut yang memiliki pemerintahan demokratisnya sendiri, sehingga dapat mempertahankan diri.

Menurut Gedung Putih, kedua pemimpin juga membahas berbagai masalah selain Taiwan, termasuk soal perubahan iklim dan keamanan kesehatan.

Analis yakin Biden dan Xi sama-sama ingin menghindari konflik terbuka. Namun, keduanya sama-sama tak berusaha untuk mengubah narasi persaingan mereka, seperti yang tersirat dalam pernyataan mereka yang kontras tentang pembicaraan telepon itu.

Menurut Gedung putih dalam ringkasan singkatnya, panggilan telepon itu merupakan bagian dari upaya untuk mengelola perbedaan secara bertanggung jawab dan bekerja sama dalam kepentingan yang selaras.

Tak lama kemudian, Beijing mengatakan banyak kepentingan mereka yang sejalan. Namun, negara itu menyalahkan AS atas memburuknya hubungan mereka dan mengkritik pandangan pemerintah Biden tentang China sebagai saingan utama dan tantangan jangka panjang paling serius bagi Washington.[]