News

Joe Biden 'Mendukung Penuh' Finlandia dan Swedia untuk Gabung NATO

Presiden Joe Biden telah menyakinkan Finlandia dan Swedia bahwa Amerika Serikat mendukung penuh keinginan kedua negara untuk bergabung dengan NATO.


Joe Biden 'Mendukung Penuh' Finlandia dan Swedia untuk Gabung NATO
Presiden Joe Biden (tengah) dengan PM Magdalena Andersson dari Swedia (kiri) dan Presiden Sauli Niinist (kanan) dari Finlandia, tiba untuk konferensi pers di Taman Mawar Gedung Putih di Washington, D.C, Kamis (19/5) (Oliver Contreras/UPI )

AKURAT.CO Presiden Joe Biden telah menyakinkan Finlandia dan Swedia bahwa Amerika Serikat (AS) memberi dukungan penuh terhadap keinginan kedua negara untuk bergabung dengan NATO.

Biden melontarkan pernyataan tersebut selama acara penyambutan pemimpin Finlandia dan Swedia pada Kamis (19/5). Biden pada hari itu telah menjadi tuan rumah, berdiri di Gedung Putih, untuk kunjungan Perdana Menteri (PM) Swedia Magdalena Andersson dan Presiden Finlandia Sauli Niinisto. 

Pada sore hari, ketiga pemimpin berbicara selama konferensi pers bersama di Taman Mawar Gedung Putih. Dalam kesempatan  itu, Andersson dan Niinisto turut membahas penghalang utama bagi aksesi mereka ke NATO. Itu tidak lain adalah keberatan pemimpin Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang pada Kamis, kembali menyatakan tekadnya untuk memveto keanggotaan dua negara Nordik itu.

baca juga:

Erdogan sendiri telah menuduh Swedia dan Finlandia menyembunyikan dan mendanai kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan dan YPG Kurdi Suriah, yang dianggap Ankara sebagai teroris.

Dan dalam komentarnya di Taman Mawar, Niinisto menyinggung langsung soal tuduhan Erdogan tersebut.

"Finlandia selalu memiliki hubungan bilateral yang membanggakan dan baik dengan Turki. Sebagai sekutu NATO, kami akan berkomitmen pada keamanan Turki, sama seperti Turki akan berkomitmen pada keamanan kami. 

"Kami menganggap serius terorisme. Kami mengutuk terorisme dalam segala bentuknya dan kami secara aktif terlibat dalam upaya memeranginya. Kami terbuka untuk mendiskusikan semua kekhawatiran yang mungkin dimiliki Turki mengenai keanggotaan kami secara terbuka dan konstruktif. Diskusi ini telah terjadi dan akan berlanjut di hari-hari berikutnya," kata presiden Finlandia itu, seperti dikutip dari The Guardian.

Andersson, sementara itu, mengatakan bahwa pemerintah Swedia sedang mencoba berdialog dengan semua negara anggota NATO, tidak terkecuali dengan Turki. PM Swedia ini juga telah menggarisbawahi perubahan bersejarah yang dibawa oleh invasi pemimpin Kremlin Vladimir Putin ke Ukraina.

"Setelah 200 tahun non-blok militer, Swedia telah memilih jalan baru.