News

Joe Biden Disuntik Booster Vaksin Covid-19, Abaikan Kritik dari WHO

Biden dikritik agar pemerintah AS memasok lebih banyak dosis vaksin ke negara-negara berkembang sebelum memberikan suntikan ketiga kepada warga AS.


Joe Biden Disuntik Booster Vaksin Covid-19, Abaikan Kritik dari WHO
Presiden AS Joe Biden disuntik booster vaksin Covid-19 pada Senin (27/9). (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disiarkan secara terbuka menerima suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19. Ia kembali menyerukan warganya untuk divaksinasi di tengah peningkatan infeksi baru-baru ini akibat varian Delta.

Dilansir dari Al Jazeera, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para pakar kesehatan mengkritik Biden agar pemerintah AS memasok lebih banyak dosis vaksin ke negara-negara berkembang sebelum memberikan suntikan ketiga kepada warga AS. Namun, orang nomor satu di Negeri Paman Sam ini tak memedulikannya.

"Yang kami lakukan sudah jauh lebih banyak daripada yang dilakukan beberapa negara bila digabungkan. Kami akan melakukan bagian kami sendiri," tepisnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pekan lalu mendukung booster vaksin untuk warga di atas usia 65 tahun dan golongan rentan berpenyakit bawaan. CDC juga merekomendasikan booster tersebut kepada petugas garis depan.

"Kita tahu bahwa untuk mengalahkan pandemi ini dan demi menyelamatkan nyawa, menjaga anak-anak kita tetap aman, sekolah kita tetap buka, perekonomian kita berjalan, kita perlu membuat warga divaksinasi. Tolong, lakukanlah hal yang benar. Sila dapatkan suntikannya. Hidup Anda akan terselamatkan, begitu juga nyawa orang-orang di sekitar Anda. Vaksin itu mudah didapat dan gratis," ajaknya pada Senin (27/9).

Ia juga ingin mendesak lebih banyak lembaga sektor swasta di AS untuk mulai mewajibkan karyawan dan pelanggannya divaksinasi.

Lebih dari 183 juta orang di AS, atau sekitar 65 persen dari populasi telah divaksinasi lengkap, menurut data CDC. Otoritas kesehatan AS pun mendorong warganya untuk disuntik booster setidaknya 6 bulan setelah vaksin terakhir mereka.

Perlu tidaknya suntikan booster ini menuai perbedaan pendapat di kalangan ahli medis sendiri. Meski begitu, data yang disajikan oleh Pfizer menunjukkan perlindungan antibodi terhadap virus mulai memudar selama beberap bulan.

Sementara itu, Biden mengatakan data efektivitas vaksin Moderna dan Johnson&Johnson masih dievaluasi terkait rekomendasi booster. []