News

Joe Biden dan Vladimir Putin Bertemu 16 Juni Mendatang, Ini Agenda Penting yang Bakal Dibahas 

Pertemuan ini menjadi momen penting pasca hubungan Washinton-Kremlin mengalami 'titik terendahnya'


Joe Biden dan Vladimir Putin Bertemu 16 Juni Mendatang, Ini Agenda Penting yang Bakal Dibahas 
Gabungan foto Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters/AP via RFERL)

AKURAT.CO, Presiden AS Joe Biden dan Pemimpin Rusia Vladimir Putin dijawalkan akan bertemu secara tatap muka di Jenewa pada 16 Juni mendatang. Pada tanggal itu, Biden akan duduk bersama Putin setelah pertemuan G-7 di Inggris dan pertemuan puncak NATO di Belgia.

Seperti diungkap rekan senior Council on Foreign Relations (CFR), Charles Kupchan, pertemuan itu adalah yang pertama sejak Biden menjabat sebagai presiden. Itu juga menjadi momen penting pasca hubungan Washinton-Kremlin mengalami 'titik terendahnya'.

Seperti diketahui, tahun lalu, AS mengeluarkan sanksi besar-besaran terhadap pejabat Rusia atas daftar panjang tuduhan. Di antaranya termasuk campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016 ;  penganiayaan para aktivis dan jurnalis di Rusia, termasuk tokoh oposisi Alexei Navalny yang sekarang dipenjara; tudingan soal serangan siber; hingga gertakan Rusia atas Ukraina.

Sementara pada gilirannya, Rusia telah mengkritik AS karena ikut campur dalam urusan dalam negerinya dan mengancam stabilitas internasional.

"KTT di Jenewa, Swiss akan berlangsung setelah hubungan antara AS dan Rusia baru-baru ini mencapai titik terendah," kata Kupchan yang pernah  bertugas di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih selama pemerintahan Presiden Barack Obama.

Lalu apa yang sebenarnya bakal dibahas Biden-Putin di tengah hubungan kedua negara yang terpuruk?

Joe Biden dan Vladimir Bertemu 16 Juni Mendatang, ini Agenda Penting yang Bakal Dibahas  - Foto 1
Alexander Zemlianichenko/AP

Sejak diumukan 25 Mei lalu, kedua negara telah menyampaikan bahwa Biden-Putin pada dasarnya akan membahas berbagai permasalahan mendesak tentang hubungan bilateral kedua negara. 

Washington menyebut bahwa diskusi nantinya adalah soal pemulihan hubungan AS-Rusia. Sementara Kremlin membeberkan gambaran tentang prospek kerja sama kedua negara, termasuk penanganan pandemi COVID-19. 

"Para pemimpin akan membahas berbagai masalah mendesak, karena kami berusaha untuk memulihkan prediktabilitas dan stabilitas hubungan AS-Rusia," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari RFERL.

"Kami berniat untuk membahas keadaan dan prospek pengembangan lebih lanjut tentang hubungan Rusia-Amerika, masalah stabilitas strategis, serta masalah penting dalam agenda internasional, termasuk interaksi dalam perang melawan pandemi virus corona dan penyelesaian konflik regional," tambah Moskow dalam sebuah pernyataan.