Ekonomi

Joe Biden Bakal Lakukan Jeda Pajak Gas dan Tinjau Penghapusan Beberapa Tarif di China

beberapa tarif di China yang diwarisi dari pemerintahan mantan Presiden Donald Trump tidak memiliki tujuan strategis

Joe Biden Bakal Lakukan Jeda Pajak Gas dan Tinjau Penghapusan Beberapa Tarif di China
Joe Biden terisak ketika berikan pidato perpisahan di kampung halamannya, Negara Bagian, Delaware (youtube/The Telegraph)

AKURAT.CO, Pemerintahan Presiden Joe Biden sedang meninjau penghapusan beberapa tarif di China dan kemungkinan akan melakukan jeda pajak gas federal ketika Amerika Serikat (AS) berjuang untuk mengatasi kenaikan harga bensin dan inflasi, dua pejabat tinggi mengatakan pada Minggu.

Melansir dari Reuters, Senin (20//6/22), Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan beberapa tarif di China yang diwarisi dari pemerintahan mantan Presiden Donald Trump tidak memiliki tujuan strategis dan menambahkan bahwa Joe Biden sedang mempertimbangkan untuk menghapusnya sebagai cara untuk menurunkan inflasi.

Janet Yellen berbicara kepada ABC News mengatakan pemerintah sedang meninjau kebijakan tarif China tetapi tidak menyebutkan secara spesifik, dan menolak mengatakan kapan mungkin ada keputusan.

baca juga:

"Kita semua mengakui bahwa China terlibat dalam berbagai praktik perdagangan tidak adil yang penting untuk diatasi tetapi tarif yang kita warisi, beberapa tidak memiliki tujuan strategis dan meningkatkan biaya bagi konsumen," ucap Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Di sisi lain, Sekretaris Energi Jennifer Granholm mengatakan Presiden juga mengevaluasi jeda pajak gas federal untuk menurunkan harga bahwa langkah seperti itu tidak di luar rencana.

Komentar itu muncul ketika pemerintahan Joe Biden berjuang untuk mengatasi rekor harga bensin dan inflasi tinggi yang sekarang mencapai level tertinggi dalam 40 tahun.

Presiden Federal Reserve Bank Cleveland Loretta Mester mengatakan inflasi akan memakan waktu dua tahun untuk turun ke target 2 persen bank sentral, bergerak turun secara bertahap.

Joe Biden mengungkapkan dia sedang mempertimbangkan untuk menghapus beberapa tarif yang dikenakan pada barang-barang China senilai ratusan miliar dolar oleh pendahulunya pada 2018 dan 2019 di tengah perang perdagangan yang pahit antara dua ekonomi terbesar dunia.

Sekadar informasi, Amerika Serikat (AS) tengah bergulat dengan inflasi yang meroket setelah 2 tahun pandemi. Dalam sebuah wawancara langka, Presiden Joe Biden mengakui kalau rakyatnya benar-benar terpuruk.