Tech

Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia


Jodie O'tania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania (AKURAT.CO/Ardiansyah Pratama)

AKURAT.CO, Wanita berambut panjang itu berjalan menembus keramaian calon konsumen yang memadati BMW Group Pavilion pada gelaran GIIAS 2019. Dialah Jodie O'tania, salah satu sosok di balik sepak terjang brand otomotif premium asal Jerman, BMW, dalam menjalankan bisnis di Indonesia.

Kepada tim AkuratOtomotif, Jodie tak sungkan membagikan pengalaman karirnya bersama BMW. Perbincangan kami lakukan dengan santai, menandakan beliau ahlinya berkomunikasi.

Yups, Jodie baru saja menerima kenaikan jabatan sebagai Director of Communications BMW Group Indonesia. Berikut petikan wawancara yang dilakukan di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (26/7/2019):

Kapan pertama kali terjun di dunia otomotif?

Sebelumnya saya memulai karir saya pertama kali di perusahaan FMCG, kemudian dilanjutkan di brand telekomunikasi. Dan pada tahun 2013 saya baru bekerja di brand BMW, di otomotif. Jadi otomotif itu merupakan pengalaman baru buat saya saat itu, dan sampai dengan saat ini sudah enam tahun.

Kenapa memilih BMW?

Brand BMW itu adalah brand yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Dan untuk kendaraan otomotif, jarang sebuah brand bisa mempertahankan reputasinya hingga 100 tahun, dan juga BMW merupakan brand yang sangat dinamis.

Brand BMW memiliki core brand Joy, dan sampai dengan saat ini Joy itu masih terus berubah dan mengikuti permintaan dari pelanggan. Jadi karena memang pelanggan itu kebutuhannya selalu berubah, dan BMW selalu berhasil untuk bisa memenuhi kebutuhan dari pelanggan tersebut.

Jodie Otania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia - Foto 1
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania. AKURAT.CO/Ardiansyah Pratama

Dunia otomotif identik dengan kaum pria, kenapa ibu memutuskan berkarir di industri ini?

Karena pertama adalah brand-nya. Jadi brand BMW yang memang sudah sangat terkenal saat itu, dan juga karena otomotif merupakan industri yang baru buat saya, dan saya mau belajar hal yang baru.

Tapi kalau kita lihat saat ini, seperti misalnya di BMW sendiri ya, untuk jumlah pekerja wanita atau yang duduk di posisi manajerial itu sudah cukup banyak.

Jadi memang perusahaan BMW adalah perusahaan yang sangat menghargai perempuan. Jadi untuk posisi-posisi yang sangat strategis pun sudah diisi oleh perempuan.

Karir ibu semakin menanjak, apa tips-nya berkarir bersama BMW di tengah kesibukan pribadi?

Dari saya lebih ke arah passion. Jadi, memang pekerjaan itu sudah seharusnya yang sesuai dengan passion kita, atau sesuatu yang memang kita suka untuk lakukan.

Jadi ya terus dijalani dan dinikmati pekerjaannya. Dan kalau untuk dengan keluarga atau dengan waktu di luar pekerjaan, itu disesuaikan lagi dengan prioritas masing-masing.

Jodie Otania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia - Foto 2
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania. AKURAT.CO/Ardiansyah Pratama

Tantangan terbesar bekerja di BMW?

Tantangan terbesar lebih ke arah karena semua selalu berubah. Terutama untuk di corporate communications, di bidang yang memang saya bekerja.

Segala sesuatu terus berubah, dari mulai jenis media yang ada, kemudian cara berkomunikasi, digitalisasi, kemudian semua komunikasi yang terjadi di dunia corporate communications terus berubah, jadi itu sih tantangannya.

Kita harus bisa cepat tanggap terhadap apa yang harus kita ubah, atau sesuatu yang harus dijalankan sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Jodie Otania, Srikandi Tangguh Kepunyaan BMW Indonesia - Foto 3
Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania. AKURAT.CO/Ardiansyah Pratama

Apa momen paling membahagiakan selama berkarir di BMW?

Kalau menurut saya momen saya dari awal saya bekerja sampai dengan sekarang selalu membahagiakan.

Karena memang di BMW selalu memberikan kesempatan untuk tumbuh dan untuk mencoba hal-hal baru dan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Jadi memang sampai dengan saat ini, spirit dan passion-nya untuk brand itu sendiri masih terus tumbuh.

Indonesia baru saja melewati Pemilu 2019, apa harapan BMW terhadap pemimpin ke depan?

Untuk pemimpin ke depannya BMW berharap bisa memberikan kemudahan dalam hal regulasi dan kemudian juga bisa memberikan insentif untuk pelanggan, terutama pelanggan kendaraan premium dan juga bisa bicara mengenai kendaraan listrik. Di GIIAS sendiri BMW juga menghadirkan BMW i3s, adalah kendaraan yang full listrik dan memang zero emission.

Meskipun belum ada regulasi pendukung, tapi BMW yakin bahwa dengan menghadirkan kendaraan listrik ini, dengan BMW i3s, bisa mengkomunikasikan benefit dari kendaraan listrik itu sendiri. Karena keuntungan dari penggunaan kendaraan listrik itu bukan hanya dari segi ramah lingkungan saja, tapi juga dari segi ekonomis.

Untuk pengisian baterai, itu hanya dibutuhkan waktu 3 jam dan menghabiskan biaya sekitar Rp70.000 dan itu bisa menjangkau 280 kilometer, dan hal itu tidak bisa didapatkan dari kendaraan konvensional dengan berbahan bakar bensin. BMW merupakan satu-satunya brand otomotif di Indonesia yang akhirnya berani menghadirkan kendaraan full listrik