Rahmah

Jleb! Sindiran Pedas Abu Nawas Ini Bikin Baginda Raja Tak Berkutik

Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mendapat kabar bahwa Abu Nawas sedang terkena penyakit yang cukup parah.


Jleb! Sindiran Pedas Abu Nawas Ini Bikin Baginda Raja Tak Berkutik
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Abu Nawas dikenal sebagai penyair cerdik pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid. Karena kecerdikannya itu, Abu Nawas selalu mendapatkan hadiah setelah mampu menjalankan tugas yang diberikan Baginda Raja Harun

Namun Abu Nawas tetaplah manusia biasa. Sama seperti manusia pada umumnya, Abu Nawas pun pernah merasakan rasa sakit.

Hingga pada suatu waktu, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mendapat kabar bahwa Abu Nawas sedang terkena penyakit yang cukup parah. Baginda Raja pum khawatir dan memutuskan untuk menengok Abu Nawas.

baca juga:

Mendengar Baginda menuju rumahnya, Abu Nawas berencana melakukan sesuatu untuk sang Raja. Matanya sengaja ia pejamkan, kemudian badannya tergeletak lemah seperti ingin meninggal.

Namun sebelum itu, Abu Nawas telah menyuruh istrinya untuk menyiapkan obat makjun, yakni sebuah ramuan yang bentuknya mirip dengan makanan dodol. Kemudian dua butir diantara makjun itu dibumbui tinja.

Saat Baginda sampai di hadapannya, Abu Nawas lalu menelan satu obat itu.

"Apa yang engkau telan itu wahai Abu Nawas,?" tanya sang Raja penasaran.

"Wahai Raja, ini yang disebut obat makjun itu," ucap Abu Nawas. 

"Obat apa itu? Kok aku baru tahu!," kata Baginda Raja heran.

"Baginda, resep obat ini aku peroleh dari mimpi semalam. Di mimpi itu seorang tua menghadap hamba dan berpesan agar meminum obat makjun ini sebanyak dua butir maka sakit yang diderita seseorang akan segera sembuh," kata Abu Nawas menjelaskan.

Beberapa saat setelah itu, Abu Nawas langsung menelan dua butir lagi. Sungguh ajaib, begitu obat itu ditelan, tampak padanya muka yang sumringah dan badan yang segar seperti orang yang tidak sakit lagi.

"Wahhh kalau begitu, aku juga mau meminum obat itu," kata Baginda Raja semangat.

"Baiklah Tuanku yang mulia. Akan tetapi, jika Paduka  meminum obat ini, maka hendaknya Paduka berbaring seperti hamba sekarang. Paduka tidak boleh minum sambil duduk, apalagi berdiri," jelas Abu Nawas.

"Baiklah," kata sang Raja.

"Pertama. Pejamkan matamu Tuanku yang mulia," kata Abu Nawas.

Begitu mata Baginda terpejam, Abu Nawas dengan cepat memasukkan butiran makjun itu ke mulut sang Raja. Akan tetapi, tiba-tiba Baginda bangkit karena obat itu menyangkut di tenggorokannya.  

"Haiiiii Abu Nawas. Engkau beri aku makan tinja ya," bentak Baginda Raja.

"Mohon izin Paduka yang mulia, dulu Baginda memberi hamba buahnya, sekarang hamba beri Baginda isinya. Apabila Baginda tidak memberi hamba 100 dinar, kejadian ini akan hamba sebarkan ke seluruh penjuru negeri," kata Abu Nawas.

"Hahhh apa-apaan engkau ini? Jangan beritahu siapa-siapa. Oke nanti saya akan beri 100 Dinar itu," ucap Baginda Raja.

Diketahui sebelumnya, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid pernah mengundang Abu Nawas untuk datang ke sebuah acara. Akan tetapi, pada saat itu juga Abu Nawas dipermalukan Baginda Raja yang menyiraminya dengan air kencing. []