News

JK: 90 Persen Masjid di Indonesia Dibangun Masyarakat

Banyaknya jumlah masjid di Indonesia merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi masyarakat terhadap bangsa Indonesia


JK: 90 Persen Masjid di Indonesia Dibangun Masyarakat
Potret aktivitas Jusuf Kalla sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) (Instagram/jusufkalla)

AKURAT.CO Banyaknya jumlah masjid di Indonesia merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi masyarakat terhadap bangsa Indonesia. Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, membanjirnya jumlah masjid di Indonesia patut disyukuri. Wujud syukur dengan banyaknya masjid itu salah satunya dengan memakmurkan masjid.

JK mengungkapkan, ada tiga komponen yang harus diperhatikan dalam memakmurkan masjid. Yaitu, orang yang mendirikan, yang mengurus, dan jemaah masjid. Karenanya, upaya memakmurkan masjid harus menjangkau ketiga komponen itu.

Dia mengatakan, tiga komponen masjid itu harus diperhatikan demi mendapatkan hasil yang maksimal. Jika hanya memperhatikan salah satu aspek, hasilnya akan tidak sesuai dengan harapan.

baca juga:

"Pendiri masjid ini mendapatkan jaminan dari Allah SWT berupa rumah di surga. Para pengurus harus membuat program yang bagus. Kemudian, jemaahnya, kalau masjid bagus tapi tidak ada jemaah maka tidak makmur juga," katanya saat menjadi narasumber dalam Mudzakarah Pembina Rohani Islam dan Pengelola Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN, Rabu (31/3/2021).

Terkait banyaknya jumlah masjid di Indonesia, JK menyampaikan sejumlah alasan. Salah satunya, masyarakat Indonesia tercatat sebagai warga yang senang mendirikan masjid. Kegemaran masyarakat Indonesia itu nyaris sama dengan kebiasaan masyarakat Pakistan.

"Hanya Indonesia dan Pakistan yang sekitar 90 persen masjidnya dibangun masyarakat. Hanya 5-10 persen masjid di dua negara ini yang dibangun pemerintah seperti masjid perkantoran kementerian dan lainnya," ujarnya.

Hadir mendampingi JK, Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar, Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Mohammad Agus Salim.

Mudzakarah yang dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 30-31 Maret 2021 dibuka oleh Staf Khusus Menteri Agama, Nuruzzaman mewakili Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas ini diikuti peserta dari pembina rohis dan pengurus masjid lintas kementerian/lembaga dan BUMN.[]