Ekonomi

Jinakkan Minyak Goreng, Menko Luhut Janji Segera Perbaiki Harga TBS di Petani!

Saat ini harga minyak goreng telah mencapai Rp14.000 perliter di Jawa-Bali


Jinakkan Minyak Goreng, Menko Luhut Janji Segera Perbaiki Harga TBS di Petani!
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pihaknya akan segera memperbaiki harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani, guna upaya menemukan keseimbangan antara target dari sisi hulu hingga hilir terkait pengendalian minyak goreng.

“Saat ini harga minyak goreng telah mencapai Rp14.000 perliter di Jawa-Bali, sehingga kebijakan di sisi hulu dapat kita mulai relaksasi secara hati-hati untuk mempercepat ekspor dan ,” ucapnya dalam rapat evaluasi kebijakan pengendalian minyak goreng beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pihaknya pun meminta agar masa sosialisasi penggunaan aplikasi Peduli Lindungi bagi masyarakat yang ingin membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) di pengecer resmi yang telah terdaftar di aplikasi SIMIRAH 2.0 maupun PUJLE agar diperpanjang. Mengingat masih banyak ditemui pengecer yang belum mengunduh QR Code Peduli Lindungi.

baca juga:

“Saya juga minta masa transisi dan sosialisasi penggunaan Peduli Lindungi yang tadinya 2 minggu, bisa diperpanjang selama 3 bulan. Kita harus memahami proses adaptasi yang masih dibutuhkan oleh teman-teman di lapangan,” tutur Menko Luhut.

Menurutnya dalam masa perpanjangan sosialisasi ini, masyarakat tetap dapat membeli MGCR tanpa perlu menunjukkan NIK. Namun, Pemerintah berharap kepada para pengecer dan pembeli agar dapat mulai menggunakan dan membiasakan penggunaan Peduli Lindungi dalam proses jual beli MGCR.

Untuk itu, pengecer akan didorong segera mencetak QR Code Peduli Lindungi melalui SIMIRAH 2.0 atau PUJLE dan menempelnya di tempat penjualan. Di sisi lain, Pemerintah juga akan terus mengembangkan penggunaan Peduli Lindungi sebagai alat pengawasan dan kontrol distribusi minyak goreng untuk mengantisipasi kembali terjadinya kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Sekadar informasi, Pengamat perekonomian sekaligus mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengatakan bahwa penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dan KTP hanya makin menyulitkan rakyat bawah saja.

" Beli minyak goreng curah harus pake peduli lindungi. Beli BBM subsidi harus mendaftar on line. Maka : Jika mau "hidup", rakyat harus beli hp dan beli pulsa. Rakyat kok makin dipersulit ?," cuit Said Didu di jejaring sosial media Twitter.[]