News

Jimly Nilai Polisi Blunder Saat Atasi Kericuhan di Kanjuruhan Malang

Jimly Nilai Polisi Blunder Saat Atasi Kericuhan di Kanjuruhan Malang
Anggota DPD Jimly Asshiddiqie saat menjadi pembicara dalam dialog kenegaraan Media Centre kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai Polisi melakukan blunder besar saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai tanding tim Arema Malang vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022). 

Jimly mengatakan itu untuk menyoroti langkah polisi yang menembakan gas air mata ke tribun penonton. Langkah ini diduga menjadi pemicu banyaknya korban jiwa.

Penonton terjebak dalam kepungan asap gas air mata. Akibatnya, mereka mengalami sesak napas massal dan kekurangan asupan oksigen. 

baca juga:

"Innalillahi wainna Ilaihi rojiun. Petugas melakukan blunder yang timbulkan korban jiwa dengan jumlah yang fantastis pula," tulis Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu di akun twiternya, Minggu (2/10/2022). 

Jimly mengatakan, korban tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang itu akan menjadi sejarah buruk bagi dunia olahraga sepak bola di Tanah Air. Sebab total korban yang tewas mencapai 127 orang. 

"Kasus di Malang ini dengan korban 127 orang meninggal merupakan pertandingan bola kaki yang menelan korban terbesar ke-2 setelah di Peru (1964) dengan 328 orang dalam sejarah umat manusia. Yang ke-3 di Ghana tahun 2001 menelan korban 126 orang," ungkap Jimly. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan pihaknya melakukan penembakan gas air mata karena para pendukung Arema turun ke lapangan. Para pendukung kemudian melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (1/10/2022).[]