Ekonomi

Jika Tak Ada Lagi PPKM, Ini Waktu Tepat Titik Balik Kebangkitan Sektor Ritel

Pemerintah diminta tidak kembali memberlakukan PPKM setelah 25 Januari 2021. Sebab, PPKM yang sedang berjalan saat ini dipastikan sudah memukul sektor ritel.


Jika Tak Ada Lagi PPKM, Ini Waktu Tepat Titik Balik Kebangkitan Sektor Ritel
Pengunjung berbelanja di pusat perbelanjaan kawasan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (1/7/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat mulai hari ini, 1 Juli 2020. Larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pengamat ritel Yongky Susilo meminta agar pemerintah ke depannya tidak kembali memberlakukan PPKM setelah 25 Januari 2021. Sebab, PPKM yang sedang berjalan saat ini dipastikan sudah memukul sektor ritel.

Yongky mengatakan, pemberlakuan PPKM di awal tahun ini dipastikan hanya akan membuat pertumbuhan ritel bakal negatif selama kuartal I-2021. 

"Setelah tanggal 25 (Januari), operasional ritel sebaiknya balik lagi normal dan kapasitas kembali normal, demikian juga jam buka jadi normal kembali," katanya saat dihubungi Akurat.co, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Ia juga menuturkan, pada tahun lalu pertumbuhan ritel modern juga sudah sangat landai. Semenjak pengumuman PSBB pertama, dan terjadi fenomena panic buying, sektor ritel semakin perlahan mulai melandai hingga minus.

"Akhir Desember itu ritel modern trade-nya sudah minus 1 persen sampai nol. Sekarang ini kena lagi rem diinjak ini pasti turun lagi. Ini berat sekarang PPKM. Selama setahun kemarin ritel sudah di fase landai," katanya.

Untuk itu, Yongky meminta pemerintah mulai memperhatikan sektor ritel di kuartal II-2021. Sebab, periode tersebut bakal menjadi momentum sektor ritel untuk tumbuh lagi, dikarenakan mendekati momen Ramadan dan Lebaran.

Ia menambahkan, pemerintah diharapkan benar-benar memastikan pada Lebaran yang akan datang bisa menjadi titik balik ritel untuk kembali bangkit. Produksi hingga distribusi pun diharapkan bisa terjamin.

Selain itu, diharapkan juga pandemi COVID-19 bisa segera diselesaikan agar ada perayaan Lebaran.

"Kuartal II-2021 semoga naik lagi ya. Karena ada momentum Lebaran. Untuk itu, semester II jangan sampai Lebaran dilarang lagi karena ini momentum. Lebaran ini dirancang harus ada protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co