News

Jika Prabowo Masih Berhubungan Baik dengan PDIP, Peluang Dapat Tiket Capres 2024 Masih Terbuka

Dengan demikian, Prabowo kembali ke medan Pilpres di 2024


Jika Prabowo Masih Berhubungan Baik dengan PDIP, Peluang Dapat Tiket Capres 2024 Masih Terbuka
Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai mendaftarkan persyaratan peserta pemilu 2019 di Gedung KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10). Probowo mendaftarkan langsung partai Gerindra untuk menjadi peserta pemilu 2019. Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno turut hadir dalam penyerahan berkas di KPU (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan The Habibie Center Bawono Kumoro menilai, jika Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto tetap berhubungan baik dengan PDI Perjuangan hingga tiga tahun yang akan mendatang dapat memuluskan tiket pencalonan di Pilpres 2024.

"Prabowo Subianto merupakan kandidat 2024 memiliki elektabilitas dua digit dan juga berpartai sertamiliki pengaruh agar partai tersebut mencalonkan dia," ujar Bawono, saat dihubungi AKURAT.CO, Minggu (6/6/2021).

Menurut Bawono masih ada kesempatan bagi kandidat lainnya jika berkeinginan mencalonkan diri. Namun yang terpenting, kunci untuk dapat maju mencalonkan diri adalah dua hal yaitu elektabilitas baik dan kendaraan politik berupa dukungan partai.

"Seperti kategorisasi kelompok tadi saya sampaikan di atas. Kombinasi dua hal itu akan menentukan pasangan capres dan cawapres mana saja akan mengenggam tiket untuk bagi pencalonan," terangnya.

Diketahui, Bawono menilai terdapat empat kelompok figur-figur yang mungkin maju di Pilpres 2024. Dia menuturkan, kelompok pertama ialah mereka yang memiliki elektabilitas tinggi, minimal dua digit. Mereka juga memiliki pengaruh untuk menggerakkan partai guna mencalonkannya.

"Kelompok pertama terdapat Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra)," ujar Bawono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/6/2021).

Kelompok kedua, lanjutnya, tokoh-tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi, minimal dua digit. Mereka merupakan kader partai. Namun tidak memiliki kuasa untuk mengarahkan partai demi mendukungnya maju di Pilpres 2024.

"Kelompok kedua ada Ganjar Pranowo," tutur Bawono.

Kelompok ketiga, yakni tokoh yang memiliki elektabilitas dua digit dan tidak berpartai. Namun mereka memiliki peluang untuk maju karena punya pengaruh dalam mengarahkan partai-partai politik untuk mendukungnya.

"Kelompok ketiga terdapat Anies Baswedan dan Ridwan Kamil," ujarnya.

Terakhir, kelompok keempat, yakni tokoh yang memiliki elektabilitas rendah atau satu digit. Namun memiliki dan punya kuasa di partai. Mereka bisa memiliki bargaining position untuk mencalonkan diri bersama para bakal calon di kelompok serupa. Kelompok ini lebih potensi maju, ketimbang kelompok kedua dan ketiga.[]