Olahraga

Jika Minions Berpisah, Fajar Alfian Berpotensi Duet dengan Kevin?

Wacana dipisahkan pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sejatinya sudah berguli ketika mereka tersingkir di Kejuaraan Dunia 2019. 


Jika Minions Berpisah, Fajar Alfian Berpotensi Duet dengan Kevin?
Pebulutangkis Indonesia, Fajar Alfian, ketika berlatih di Vantaa, Finlandia, 27 September 2021. (BADMINTON PHOTO/Jnanesh Salian)

AKURAT.CO, Mantan pebulutangkis nasional Denmark, Steen Pedersen, melihat pemain ganda putra Indonesia, Fajar Alfian, sebagai kandidat potensial untuk mendampingi Kevin Sanjaya Sukamuljo menggantikan Marcus Fernaldi Gideon.

Pandangan ini disampaikan Pedersen setelah melihat kegagalan Marcus/Kevin pada Piala Sudirman 2021 yang digelar di Vantaa, Finlandia, sepekan ini.

Langkah Indonesia hanya sampai babak perempatfinal setelah dihentikan lajunya oleh Malaysia, dengan skor 3-2.

Dari hasil tersebut sorotan tajam mengarah kepada pasangan ganda putra andalan Merah Putih, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. 

Bermain di laga pembuka, Kevin/Marcus gagal memberikan poin untuk Indonesia. The Minions kalah dari pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor telak 12-21, 15-21.

Padahal Kevin/Marcus diharapkan menjadi tulang punggu Indonesia untuk meraih prestasi di Piala Sudirman 2021 edisi ke-17 ini. 

Hal itu tidak lepas dari prestasi kedua pasangan tersebut yang banyak mengukir gelar di kancah bulutangkis internasional.

Sayangnya Kevin/Marcus gagal mengemban tugas tersebut. Selain itu, ini adalah kali kedua Kevin/Marcus kalah dari pasangan Chia/Yik secara beruntun.

Sebelumnya The Minions disingkirkan di babak perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 lalu.  Padahal sebelum pertemuannya di Olimpiade Tokyo 2020, Kevin/Marcus mempunyai rekor bagus saat berhadapan dengan Chia/Yik, dengan tujuh kemenangan menurut data Turnamen Software.

Meski gagal meraih prestasi di Olimpiade Tokyo 2020, beruntung posisi Kevin/Marcus sebagai raja ganda putra tak tergoyahkan, di posisi ranking satu dunia.

Sementara Chi/Yik melejit ke urutan ke-8. Selain di dua turnamen tersebut, Kevin/Marcus juga takluk di Kejuaran Dunia tahun 2019 lalu, dari pasangan Korea Selatan, Choi Solgyu/Seo Seung-Jae dengan skor 21-16, 14/21, 23-21.

Rentetan hasil buruk itu menegaskan bahwa Kevin/Marcus tengah mengalami penurunan performa, yang harus segera diperbaiki oleh tim pelatih. Salah satunya dengan cara 'diceraikan'.

Pernah Dipisah

Wacana dipisahkan pasangan Kevin/Marcus sejatinya sudah bergulir sejak tiga tahun lalu ketika mereka tersingkir di Kejuaran Dunia 2019. 

Semakin kuat setelah PBSI membubarkan pasangan Kevin/Marcus dalam simulasi turnamen jelang Olimpiade Tokyo 2020 lalu, bertajuk PBSI Home Tournament awal tahun 2020 lalu.

Sayang pemecahan tersebut hanya sampai di simulasi, karena banyak turnamen bulutangkis yang ditangguhkan akibat pandemi Covid-19 untuk menjajal pasangan baru sebelum Olimpiade Tokyo.

Tapi kini melihat hasil Kevin/Marcus di dua turnamen besar yang gagal, bisa mendesak PBSI dan tim pelatih untuk segera cepat mengambil keputusan pemisahan pasangan The Minions.

Fajar Alfian Berpeluang Jadi Tandem

Hal senada juga disampaikan oleh mantan pebulutangkis Denmark, Steen Pedersen. Ia mewanti-wanti agar pasangan Kevin/Marcus harus dipisah mengingat eranya juga sudah berakhir.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Pedersen saat menjadi komentator pada laga semifinal Kejuaran Dunia tahun 2019 lalu.

Saat itu, Pedersen memandu jalannya duel perang saudara Tim Merah Putih antara Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan versus Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Di tengah pertandingan, Pedersen mengatakan Fajar Alfian bisa dicoba untuk menjadi pasangan baru Kevin Sanjaya.

Pertimbangannya, Pedersen menilai bahwa Fajar dan Kevin adalah pemain bertipe front court dengan pertahanan sulit ditembus. Jika keduanya disatukan, menurut Pedersen, Fajar/Kevin akan membentuk duet pasangan dahsyat yang sangat menyulitkan lawan dalam mencetak poin.

"Saya punya usulan untuk dipertimbangkan. Alfian dan Sukamuljo harus dicoba dipasangkan, saya tahu mereka bermain di posisi yang sama," kata Pederseen.

 "Jika pelatih memiliki ide seperti itu, saya pikir bola tidak akan melewati mereka di depan," ujar Pedersen menambahkan. "Sehingga mereka tidak akan membutuhkan pemain bertipe backcourt," tukasnya.

Seperti diketahui, usia pasangan berjuluk The Minions ini terpaut 5 tahun. Kevin Sanjaya saat ini berusia 25 tahun, sedangkan Marcus Gideon berusia 30 tahun.

Untuk turnamen seri bulutangkis BWF, keduanya masih mungkin untuk bersaing. Tapi jika tujuan utama PBSI adalah mempersiapkan atletnya untuk Olimpiade Paris 2024, sepertinya tidak bisa pasangan ini bertahan.

Sebab, Marcus menginjak usia 33 tahun ketika multi event tersebut digelar di Paris tahun 2024 mendatang. Menjaga kebugaran dan konsistensi permainan menjadi PR baginya agar tetap bisa bersaing di level tertinggi.

Namun apabila performa dan prestasi keduanya tak kunjung membaik dalam beberapa waktu ke depan, publik pecinta bulutangkis Tanah Air harus merelakan Kevin/Marcus dipisah usai gelaran Piala Sudirman 2021.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com