Rahmah

Jihad dengan Bom Bunuh Diri; Tindakan Tidak Beradab yang Dikecam Al-Qur'an

Jihad dengan Bom Bunuh Diri; Tindakan Tidak Beradab yang Dikecam Al-Qur'an
Ilustrasi - Bom Bunuh Diri (Akurat.co/Ryan)

AKURAT.CO Para pelaku teror dengan bom bunuh diri dengan mengatasnamakan ajaran Al-Qur'an adalah sebuah tindakan tidak beradab yang sangat dikecam oleh Al-Qur'an.

Mereka misalnya menjadikan QS. At-Taubah Ayat 36 sebagai dalil untuk melaksanakan aksi teror dengan membunuh orang-orang yang tidak sekeyakinan dan seagama. 

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوۡرِ عِنۡدَ اللّٰهِ اثۡنَا عَشَرَ شَهۡرًا فِىۡ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ مِنۡهَاۤ اَرۡبَعَةٌ حُرُمٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ فَلَا تَظۡلِمُوۡا فِيۡهِنَّ اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ وَقَاتِلُوا الۡمُشۡرِكِيۡنَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ كَآفَّةً‌  ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الۡمُتَّقِيۡنَ

baca juga:

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."

Dengan ayat di atas pelaku teror meyakini bahwa membunuh orang-orang selain Islam atau mereka yang tidak menerapkan hukum Islam adalah halal. Padahal, perintah perang pada ayat di atas jelas bahwa perang hanya bisa dilakukan jika orang-orang kafir memerangi orang Islam terlebih dahulu. Bukan orang Islam memulai perang, apalagi membunuh orang.

Begitu penjelasan Tahir Ibn 'Asyur di dalam kitab At-Tahrir wa At-Tanwir. Para pelaku bom bunuh diri gagal paham dalam memahami ayat Al-Qur'an. Karena ayat di atas bukan memerintah perang, apalagi perintah bom bunuh diri. Ayat di atas murni perintah mempertahankan Islam dari serangan musuh 

Para pelaku teror juga memaknai QS. Al-Baqarah Ayat 190 di bawah ini sebagai landasan melakukan aksi bom bunuh diri.

وَقَاتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ الَّذِيۡنَ يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ وَلَا تَعۡتَدُوۡا ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ

Artinya: "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Ayat ini, menurut Al-Sya'rawi juga sama. Allah memerintahkan umat Islam jika orang kafir memerangi terlebih dahulu. Peperangan hanya untuk mempertahankan diri, bukan untuk menyakiti. 

Ia menyebut, jika pun terpaksa melakukan perang karena apa yang dilakukan orang kafir sudah keterlaluan, maka tidak boleh menyakiti orang-orang yang lemah, anak-anak, perempuan, dan siapa saja yang bukan musuh Islam.

Intinya: para pelaku aksi teror bom bunuh diri gagal paham dalam memahami ayat Al-Qur'an dan ayat-ayat jihad. Tidak lain itu kecuali karena tidak mendasarinya dengan keilmuan yang seharusnya. Wallahu A'lam.[] 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu